by

Warga Kampung Naringgul Garut Ikuti Simulasi Bencana Alam

BandungKita.id, GARUT – Warga Kampung Naringgul, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler panik dan berlarian ke lapangan terbuka. Mereka menyelamatkan diri dari reruntuhan bangunan akibat guncangan gempa berkekuatan 6 skala richter.

Setelah gempa terjadi, disusul dengan ledakan dari Gunung Guntur. Jarak dari Desa Rancabango ke Gunung Guntur hanya sekitar 5 kilometer.

Warga yang berlarian, banyak yang terjatuh karena panik. Para relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Desa Rancabango pun sigap menangani warga yang terluka.

Penanganan bencana tersebut merupakan simulasi yang dilakukan Taruna Siaga Bencana (Tagana) saat penutupan Jambore KSB Jawa Barat di kawasan Cilopang, Desa Rancabango.

BACA JUGA:

Perluas Penyaluran, Baznas Garut Targetkan ZIS Rp 8,8 Miliar Tahun Ini

 

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menyebut penanganan bencana harus dipahami semua kalangan. Para relawan pun perlu pelatihan agar lebih siap saat bencana melanda.

“Apalagi Garut itu salah satu daerah rawan bencana seperti Kabupaten Bandung. Dilihat ada tiga sampai empat bencana per harinya. Jadi perlu ada penanganan,” ucap Uu usai penutupan Jambore KSB didampingi Kepala Dinas Sosial Jabar Dodo Suhendar, Rabu (28/8/2019).

Kemahiran para relawan juga harus ditingkatkan dengan melakukan pelatihan. Jika hanya teori, saat bencana terjadi akan kaku dalam penanganannya.

BACA JUGA:

Merasa Dilecehkan Saat Terjaring Razia Satpol PP Kota Bandung, Istri Aceng Fikri Bakal Lapor Komnas Perempuan

 

“Mentalnya juga berbeda kalau sering simulasi. Bisa lebih profesional. Jambore ini diikuti oleh 21 kabupaten/kota se Jabar,” ujarnya.

Secara umum, semua wilayah di Jawa Barat jadi perhatian penanganan bencana. Tapi ada beberapa kabupaten yang jadi prioritas karena sering terkena bencana.

“Garut, Kabupaten Bandung, Cianjur, Sukabumi, dan Tasikmalaya itu jadi prioritas. Meski semuanya tetap diperhatikan,” katanya.

Uu juga mendorong kabupaten/kota lain untuk memiliki KSB. Inisiasi tersebut bisa dilakukan pemerintah daerah untuk mengembangkan KSB. (M Nur el Badhi/Bandungkita.id)

Editor: Dian Aisyah

Comment