by

Kasus Dugaan Korupsi Bansos Sapi di Pemkab Garut Kembali Diusut

BandungKita.id, GARUT – Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut, tengah mengusut kasus bantuan sosial (Bansos) ratusan sapi indukan dari Kementerian Pertanian di Dinas Peternakan dan Kelautan (Disnakanla) tahun 2015 lalu.

Menurut Kepala Kejaksaan Garut, Azwar, penyelidikan kasus bansos sebesar Rp 2,43 miliar tersebut sudah berlangsung lama. Namun kerap menemui batu sandungan, hingga akhirnya mulai ditelisik ulang tahun ini.

“Sejak dua tahun lalu sebelum saya di sini (bertugas di Garut) sudah ada, tapi gak tahu kenapa, saya kembali periksa,” ujar Azwar saat dihubungi, Rabu (4/9/2019).

Menurutnya, kasus itu sudah berlangsung lama sejak 2015 lalu, saat itu dua kelompok ternak di Garut, yakni kelompok tani Alam Hijau di kecamatan Cilawu dan Bojong 3 di Kecamatan Cisurupan, mendapatkan bansos sapi indukan dari Kementerian Pertanian.

“Kontraktornya itu yakni PT Swaption untuk kedua kelompok tani tersebut,” kata dia.

Baca juga:

Angka Kriminalitas di Tarogong Kidul Tinggi

 

Dalam praktiknya, kedua kelompok tani itu mendapatkan bantuan sapi Indukan sebanyak 120 ekor, namun fakta di lapangan tidak sesuai dengan nilai kontrak yang disetujui pemerintah.

“Ada selisih harga yang kami duga berpotensi merugikan negara, angka pastinya sedang kami hitung,” katanya.

Untuk kepentingan penyelidikan, sejak Juli lalu kasus tersebut kembali dibuka, hingga masuk di tingkat penyidikan kejaksaan saat ini.

“Nanti diketahui siapa yang paling bertanggung jawab atas penyimpangan dalam pengadaan di Disnakanla (Dinas Peternakan dan Kelautan) 2015 lalu itu,” papar dia.

Meskipun kasus tersebut sudah masuk tahap penyidikan, namun Azwar enggan buru-buru menetapkan siapa saja tersangka yang terlibat.

“Nanti jika sudah lengkap semua saya sampaikan,” kata dia.***(M Nur el Badhi/Bandungkita.id)

Comment