oleh

Seperti Ini Kondisi Bandung Masa Lampau, Sebelum Jadi Kota Seperti Saat Ini

BandungKita.id, BANDUNG – Siapa sangka Bandung yang kini disebut kota modern dulunya menjadi sarang kawanan harimau, macan tutul dan badak bercula satu. Semua hewan yang kini dilindungi itu mewarnai perjalanan sejarah pembangunan Kota Bandung.

Dalam cerita-cerita sebelumnya, terekam bagaimana asal mula pembangunan Bandung yang masih berupa hutan belantara hingga masuknya orang-orang Eropa yang mulai membangun pondasi-pondasi rumah modern pertama.

LIHAT JUGA :

VIDEO : Kamu Harus Tahu, Beginilah Wajah Bandung Tempo Doeloe

 

Di sela pembangunan itu, baik orang Eropa maupun pribumi kerap ‘berkonflik’ dengan hewan-hewan buas. Pada 1898 di Bandung didirikan Vereeniging tot nut van Bandoeng en Omstreken (Perkumpulan Kesejahteraan Masyarakat Bandung dan Sekitarnya) dengan motor penggerak Pieter Sijthoff.

Pieter Sijthoff dan geng-nya lah yang pertama mendesain Kota Bandung. Peninggalan-peninggalannya masih bisa dilihat hingga kini dalam bentuk bangunan tua, gedung-gedung pemerintahan, taman-taman, hingga nama jalan.

Mereka membangun kota dengan sumber daya yang minim, transportasi darat masih menggunakan pedati kerbau. Komunikasi masih dilakukan dengan cara sangat manual, melalui petugas pos dengan kereta yang ditarik hewan.

BACA JUGA :

Gedung Sate Akan Jadi Lokasi Wisata Sejarah dan Budaya

 

Bangunan Bersejarah Karya Soekarno Harus Segera Dibangun Seperti Semula

 

Masa itu keamanan transportasi masih sering terancam hewan-hewan buas. Umpamanya saja, hubungan darat Cianjur-Bandung di akhir abad ke-19, masih sering dipotong jalan oleh kawanan harimau atau badak.

Masa itu Ibu Kota Priangan masih disebut ‘bergdessa’ (desa pegunungan) dengan penghuni bangsa Eropa sebanyak 600 jiwa. ‘Desa’ Bandung masih penuh hutan dan berpaya, sisa-sisa situ hyang alias danau purba yang menggenangi cekungan Bandung. Harimau dan badak sering memasuki pemukiman penduduk.

Pada 1866, setengah abad sejak Kota Bandung didirikan setelah pindah dari Dayeuhkolot yang kini masuk wilayah Kabupaten Bandung, orang masih melihat kawanan badak yang berkeliaran di daerah Cisitu, beberapa ratus meter dari sebelah utara Kampus ITB kini.

Badak terakhir yang ditemukan di sekitar Bandung adalah badak yang diawetkan di Museum Zoologi Bogor. Badak itu ditembak di hutan Cililin, Kabupaten Bandung pada 1935. (Azmy Yanuar Muttaqien/BandungKita)

Sumber: Page Bandung Social Community

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1876297479086213&id=241955552520422
================

Komentar