oleh

Polisi Periksa Saksi Peristiwa Kebakaran Pipa Minyak Pertamina di Cimahi, Ini Hasilnya

BandungKita.id, CIMAHI – Aparat kepolisian memeriksa sejumlah saksi dalam peristiwa kebakaran pipa minyak milik PT Pertamina di Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Selasa (22/10) kemarin.

Kapolsek Cimahi Selatan, AKP Sutarman mengatakan saat peristiwa terjadi, sebanyak 13 pegawai berada di lokasi. 10 pegawai dari warga negara Indonesia (WNI), sedangkan tiga pegawai lainnya warga negara asing (WNA).

“Tiga orang (WNA) itu satu diantaranya meninggal dunia sebagai operator dari alat berat crane ini. Sedangkan yang lainnya selamat,” ujar Sutarman di Cimahi, Rabu (23/10/2019).

 

BACA JUGA :

Pipa Minyak Pertamina Bocor, Kebakaran Hebat Terjadi di Pinggir Tol Baros Cimahi

 

 

Sutarman mengatakan, pihak kepolisian tengah berusaha mengumpulkan data-data dari para saksi terdekat. Hal tersebut dilakukan demi menemukan titik terang perihal penyebab kejadian kebakaran tersebut.

Dari infomasi yang dihimpun Sutarman, saat awal kobaran api muncul, pekerja berlarian menyelamatkan diri. WNA yang menjadi korban pun sudah diimbau oleh rekan lainnya untuk berlari menyelamatkan diri. Namun, WNA yang menjadi korban terjebak pada kobaran api.

 

Pipa minyak Pertamina meledak dan terbakar hebat di Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Selasa (22/10/2019). (foto:istimewa)

 

“Mereka (para pegawai) berlarian menyelamatkan diri masing-masing, tidak ada yang luka. Selain yang meninggal, sisanya selamat,” tuturnya.

Hingga saat ini, Polisi serta pihak Pertamina masih berupaya melakukan sterilisasi lokasi kejadian dan menyisir lokasi yang diduga masih mengandung minyak atau bahan yang mudah terbakar.

Garis polisi tampak dilingkarkan ke area kebakaran. Warga diimbau untuk tidak mendekat area tersebut. Papan-papan dilarang merokok juga dipasang di beberapa sudut area.

 

BACA JUGA :

Cegah Kebakaran Hutan, Ridwan Kamil Imbau Wisatawan Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

 

 

Sebelumnya, seorang petugas operator alat berat bor file berstatus WNA bernama Li Xuangfeng dikabarkan tewas akibat kebakaran pipa minyak sejak pukul 14.00 WIB, Selasa (22/10/2019) di lokasi proyek kereta cepat tersebut.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Sufahriadi menduga, kebocoran pipa diakibatkan benda keras dari alat berat menancap pada pipa minyak milik PT Pertamina. Hal tersebut diduga menjadi sebab kebakaran terjadi.

Kebakaran berhasil dipadamkan setelah sekitar tiga jam setelah petugas kebakaran berupaya melakukan pemadaman menggunakan cairan tipol atau cairan khusus kebakaran akibat minyak.***(Restu Sauqi/BandungKita.id)

 

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Komentar