by

Hatur Nuhun Mas Har, Hatur Nuhun “Si Euweuh Kacape”

Oleh : M Zezen Zainal M

M Zezen Zainal M (reporter BandungKita.id)

 

Pelatih Robert Rene Alberts membuktikan janjinya untuk menurunkan salah satu legenda hidup Persib Bandung, Hariono pada laga terakhir Persib musim ini. Jadilah laga melawan PSM Makassar di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung sebagai laga pamungkas sang legenda bersama Maung Bandung.

Laga terakhir Persib di hadapan bobotoh menjadi sangat spesial sekaligus emosional bagi Mas Har, begitu Hariono akrab disapa, lantaran pada laga tersebut Hariono yang bermain sejak menit ke-53 sukses mengukir satu gol dari titik penalti. Gol itu menjadi gol pamungkasnya di Persib. Golnya ikut membantu Persib menang 5-2 atas tim tamu. Itu adalah laga terakhir Hariono bersama Persib.

Tak hanya itu, Hariono juga sukses mempersembahkan sebuah assist cantik bagi Ezezhiel N’Douassel. Dengan bekal pengalamannya, ia menyodorkan umpan terobosan cantik dari tengah lapangan yang berhasil dituntaskan Ezechiel menjadi gol.

Meski Ezechiel berhasil menyarangkan empat gol pada pertandingan melawan PSM Makassar ini, tak berlebihan rasanya bila predikat “man of the match” dihadiahkan kepada Si Gondrong Hariono.

Hariono bersiap mengeksekusi menendang penalti pada laga Persib melawan PSM Makassar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (22/12/2019). (FAY/BandungKita.id)

 

Bukan hanya karena sebiji gol dan sebuah assistnya, pada laga tersebut Hariono juga sukses menunjukkan daya magisnya untuk skuat Maung Bandung. Meski menjadi laga terakhirnya bersama Persib, Hariono tak secuil pun menunjukkan permainan alakadarnya.

Seperti biasa, Mas Har menunjukkan performa impresif dan penuh tenaga di lini tengah Maung Bandung dan sukses menginspirasi rekan-rekannya di lapangan. Apalagi, pada babak Hariono mengenakan ban kapten setelah Supardi Nasir menyerahkan ban kapten kepada Hariono sebagai tanda penghormatan atas dedikasi Hariono di Persib.

Para pemain Persib memberikan selamat kepada Hariono yang sukses mencetak gol ke gawang PSM Makassar (FAY/BandungKita.id)

 

Seperti diketahui, manajemen Persib secara mengejutkan tak memperpanjang kontrak Hariono untuk musim depan. Pelatih Robert Rene Alberts mengisyaratkan akan melakukan regenerasi pada skuat Maung Bandung demi kejayaan Persib ke depannya.

Terlebih saat ini skuat Maung Bandung memiliki talenta-talenda muda berbakat seperti Gian Zola, Beckham Putra, Abdul Aziz dan nama lainnya.

“Kita tahu kontribusi dia (Hariono), tapi kehidupan berjalan terus. Sepak bola terus berjalan. Kita punya pemain muda berbakat seperti Beckham, Zola, dan kita harus mulai membangun Persib untuk bisa persiapan musim depan,” kata Robert Rene Alberts.

BACA JUGA :

Laga Lawan PSM Akan Jadi Laga Perpisahan bagi Hariono

 

 

Mengejutkan! Persib Tak Perpanjang Kontrak Si Gondrong Hariono

 

 

Hariono menyusul mantan kapten Persib sekaligus legenda hidup Persib, Atep yang memilih pensiun musim lalu setelah kontraknya tak diperpanjang Persib.

Sebelas musim atau sejak musim 2008/2009 Hariono berkostum Maung Bandung. Sejak itu, ia tak pernah sekalipun meninggalkan Persib. Godaan menggiurkan yang datang dari tim lain ia hiraukan karena Hariono memilih setia bersama tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat.

Hariono menjadi satu-satunya pemain dengan pengabdian terlama di skuat Maung Bandung. Label legenda pun tak berlebihan jika diberikan bobotoh kepada pemain kelahiran Sidoarjo Jawa Timur tersebut.

Selama 11 musim berkostum Maung Bandung, pemain yang dijuluki “Si Euweuh Kacape” dan “Gelandang Pengakut Air” itu hanya menyarangkan dua gol. Dua-duanya dicetak Hariono dari titik penalti.

Hariono juga sukses mempersembahkan gelar juara Liga 1 pada 2014 dan juara Piala Presiden 2015. Beberapa gelar juara dalam level minor pun pernah ia persembahkan seperti juara Wali Kota Padang, Juara Celebes Cup dan kejuaraan lainnya.

Hariono dipeluk rekan-rekannya sesama pemain, manajemen, official serta bobotoh usai pertandingan melawan PSM Makassar di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (22/12/2019). (FAY/BandungKita.id)

 

Kami bobotoh Persib Bandung di mana pun tentu akan kehilanan sosok khas seperti Hariono. Di luar lapangan pendiam bahkan pemalu, namun sangat garang di lapangan. Permainan tanpa kompromi, tak kenal rasa takut dan lugas di lapangan adalah ciri khas Hariono.

Rasa terima kasih luar biasa atas pengabdian Hariono diperlihatkan jelas ribuan bobotoh di Stadion Si Jalak Harupat. Berbagai spanduk dan tulisan “Hatur Nuhun Hariono” dipampang ribuan bobotoh di tribun penonton.

Ribuan bobotoh membentangkan spanduk dan poster bertuliskan “Hatur Nuhun Hariono” atau Terima Kasih Hariono pada laga terakhirnya bersama Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (22/12/2019).(FAY/BandungKita.id)

 

Tak hanya bobotoh, para pemain Maung Bandung pun seperti sepakat memberikan kado indah perpisahannya dengan Persib dengan mempersilakan Si Gondrong untuk mengambil penalti setelah Febri Hariadi dijatuhkan Benny Wahyudi di kotak 12 pas. Dan gol terakhirnya yang dicetaknya menjadi kado indah untuk Mas Har, legenda baru Persib Bandung.

Terlepas apakah Hariono akan melanjutkan karir di tim lain atau memilih pensiun selepas kontraknya tak diperpanjang Maung Bandung, ucapan terima kasih sebagai bentuk penghormatan layak diberikan kepadanya karena ia telah menjadi bagian catatan emas Pangeran Biru.

Berkat kontribusinya pula, bobotoh pernah merasakan indahnya merasakan gelar juara setelah lebih dari 20 tahun tak pernah mengangkat trofi.

Bobotoh tak akan lupa pernah memiliki pemain hebat nan tangguh seperti Hariono. Hatur nuhun Mas Har atas dedikasimu selama berkostum Persib Bandung. Hatur nuhun sang legenda. Semoga Persib bisa melahirkan Hariono-Hariono baru. Sukses terus Mas Har. Hatur nuhun pemain nomor punggung 24 yang melegenda. (*)

Editor : M Zezen Zainal M

 

Comment