by

Kabar Gembira! Hengky Kurniawan : Pemkab Segera Salurkan Bantuan untuk 120 Ribu Keluarga Terdampak Covid-19 di KBB

Ajak Masyarakat Saling Membantu di Tengah Pandemi Covid-19 Ini

BandungKita.id, KBB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 84 miliar untuk membantu masyarakat Kabupaten Bandung Barat (KBB) terdampak Covid-19. Untuk tahap awal, bantuan jaring pengaman sosial (JPS) akan diberikan kepada 120 ribu kepala keluarga (KK) di 16 kecamatan di KBB.

Wakil Bupati KBB, Hengky Kurniawan mengatakan untuk tahap awal Pemkab Bandung Barat akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 30 miliar. Anggaran sebesar itu akan dibagikan kepada masyarakat dalam bentuk bantuan paket sembako senilai Rp 250 ribu per paket.

“Anggaran tahap pertama sebesar Rp 30 miliar itu diperuntukkan bagi 120 ribu kepala keluarga terdampak Covid-19 di Bandung Barat. Nanti sisanya lagi menyusul tahap kedua,” kata Hengky kepada BandungKita.id, Kamis (23/4/2020).

Dijelaskan Hengky, bantuan dari Pemkab Bandung Barat tersebut diperuntukkan bagi masyarakat KBB yang belum tercover bantuan pemerintah pusat seperti PKH dan DTKS, bantuan Pemprov Jabar dan bantuan dana desa.

Namun untuk penyalurannya, kata dia, terlebih dahulu akan melihat realisasi bantuan Pemprov Jabar karena kuota penerima bantuan Pemprov hingga saat ini belum jelas. Jika bantuan ini segera terealisasi, tentu ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat KBB terdampak Covid-19.

“Rencana realisasi bantuan dari Pemda KBB ini nanti tergantung kebijakan Pak Gubernur. Berapa yang dicover provinsi, kami baru menghitung sisanya berapa yang belum dapat bantuan. Jadi jangan sampai dobel bantuan. Mudah-mudahan semuanya tercover,” beber Wabup Hengky Kurniawan.

Meski demikian, ia berharap masyarakat tetap memantau proses pengadaan dan pendistribusian bantuannya agar jangan sampai terjadi penyelewengan. Jangan sampai bantuan untuk masyarakat KBB itu malah dimanfaatkan untuk keuntungan segelintir orang dan kelompok.

“Mari awasi bersama pengadaan dan penyaluran bantuan untuk masyarakat ini. Apalagi Pak Presiden dan KPK juga sudah mengingatkan jangan main-main dengan dana penanggulangan Covid-19 ini,” tegasnya.

BACA JUGA :

EKSKLUSIF : Tak Jelasnya Payung Hukum Penggunaan Dana Desa untuk Sembako Berpotensi Menjerat Para Kepala Desa di KBB?

Pemda KBB : Dana Desa Dapat Digunakan untuk Penanganan Covid-19, Ini Aturan Mainnya

Woow! Lawan Covid-19, Wabup KBB Hengky Kurniawan Gandeng Raffi Ahmad Salurkan Donasi Bantuan untuk Warga KBB

Pabrik Tekstil di Batujajar KBB Dilalap Si Jago Merah, SMK Mahardika Dikabarkan Ikut Terbakar

Wakil Bupati berparas ganteng itu juga tak lupa mengajak masyarakat KBB agar tetap optimistis di tengah pandemi Covid-19 ini. Hengky juga mengajak masyarakat yang memiliki keluangan harta untuk dapat saling membantu terutama membantu masyarakat tidak mampu selama pandemi covid-19 ini.

“Insya Allah kita bisa melewati badai ini dan menang melawan corona. Percaya Allah SWT akan memberikan pertolongan kepada kita semua. Saat ini kita harus bersatu dan gotong royong dengan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tutur Hengky.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) KBB, Heri Partomo. Menurut Heri, Dinas yang dipimpinnya memang ditugaskan untuk menyalurkan bantuan Pemkab Bandung Barat bagi masyarakat terdampak covid-19.

Namun Heri menyebut berdasarkan informasi yang diterimanya bantuan yang dialokasikan Pemkab hanya sebesar Rp 60 miliar. Anggaran itu rencananya akan dibagi dalam dua tahap masing-masing tahap dialokasikan sebesar Rp 30 miliar. Dana yang berasal dari alokasi Biaya Tidak Terduga (BTT) APBD KBB 2020 tersebut akan dibelanjakan paket sembako senilai Rp 250 ribu per paketnya.

Meski anggarannya mencapai puluhan miliar, Heri mengakui pengadaan bantuan tersebut tidak melalui mekanisme lelang. Menurut Heri, dalam situasi darurat pemerintah memperbolehkan pengadaan dilakukan melalui penunjukkan langsung kepada penyedia terpercaya.

Kepala Dinas Sosial KBB, Heri Partomo (foto:istimewa)

“Sebenarnya bisa saja nilainya Rp 600 ribu, tapi saya minta Rp 250 ribu saja agar bisa mengcover lebih banyak masyarakat,” kata Heri.

Menurut rencana, kata Heri, paket sembako senilai Rp 250 ribu tersebut terdiri dari 10 kg beras, minyak goreng, 10 butir telur, sayur-sayuran dan buah-buahan.

“Sengaja kami berikan bantuan dalam bentuk paket sembako kan masyarakat diharapkan tidak keluar rumah jika tidak terlalu penting,” tambah dia.

Ia mengakui hingga saat ini penerima bantuan Pemprov Jabar belum jelas kuotanya di KBB. Hal tersebut mengakibatkan pihaknya harus terlebih dahulu menunggu realisasi bantuan Pemprov Jabar untuk masyarakat KBB.

Hanya bantuan pusat seperti PKH dan DTKS yang angkanya sudah jelas. Heri menyebut, penerima bantuan program PKH dari pemerintah pusat yakni 75 ribu KK. Sedangkan penerima bantuan DTKS mencapai 101 ribu KK.

“Mudah-mudahan bantuan provinsi sudah turun minggu ini agar kami bisa segera mengetahui berapa yang sudah tercover. Kami berharap dapat menyalurkan bantuan ini secepatnya kepada masyarakat terdampak Covid-19,” ungkap Heri. (M Zezen Zainal M/ BandungKita.id)

Editor : M Zezen Zainal M

Comment