by

Innalillahi.. Ledakan Dahsyat di Beirut, 100 Orang Tewas dan 4 Ribu Terluka Termasuk WNI

BandungKita.id, BEIRUT – Kabar duka kembali datang dari timur tengah, sebuah ledakan dahsyat mengguncang ibu kota Lebanon, Beirut, hari Selasa (04/08). Paling tidak ada 100 orang meninggal dan lebih dari 4.000 lainnya luka-luka karena ledakan itu.

Juru bicara kementerian luar negeri Teuku Faizasyah mengatakan ada satu orang warga negara Indonesia yang luka namun kondisi sudah stabil.

“Ada satu WNI yang mengalami luka-luka (inisial NNE). Yang bersangkutan sudah diobati oleh dokter rumah sakit dan sudah kembali ke apartmennya di Beirut. Kondisinya stabil, bisa bicara dan berjalan dan sudah dihubungi Staf KBRI,” kata Faizasyah. “Korban luka dari Indonesia adalah pekerja migran,” tambahnya.

Di Lebanon, total ada sebanyak 1.447 WNI, 213 di antaranya masyarakat dan keluarga besar KBRI dan 1,234 TNI anggota kontingen Garuda.

Sementara itu, seorang mahasiswa, Fitrah Alif melalui akun Twitternya menulis, “65 mahasiswa terpantau aman lagi pada rebahan di kasur asrama masing-masing.”

“Saya lagi di asrama di kota Tripoli, sekitar 80 kilometer dari Beirut dan tidak terasa guncangan, namun teman yang tinggalnya 8 km dari titik ledak, dia merasa seperti gempa, terasa getarannya,” kata Fitrah seperti dikutip BandungKita.id dari BBC Indonesia.

BACA JUGA :

Kenapa Septic Tank Bisa Meledak? Begini Penjelasan LIPI

Geger! Gara-gara Dinamit, Batu Raksasa Menggelinding dan Hancurkan 7 Rumah Warga

Bom Meledak di Gereja dan Hotel, 50 Orang Tewas

Salah satu korban luka akibat ledakan dahsyat mengguncang ibu kota Lebanon, hari Selasa (04/08). (istimewa)

Tersimpan di gudang 2,750 ton amonium nitrat

Para pejabat menuding adanya bahan peledak yang disimpan di gudang selama enam tahun.

Perdana Menteri Hassan Diab mengatakan adanya 2.750 ton amonium nitrat – bahan untuk pupuk dan peledak – disimpan di gudang “tidak dapat diterima.”

“Saya tidak akan diam sampai kita menemukan orang yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi, sehingga kita dapat meminta pertanggung jawaban dan menerapkan hukuman paling berat,” kata perdana menteri dalam akun Twitter resminya.

“Tidak dapat diterima ada 2.750 amonium nitrat disimpan di gudang selama enam tahun, tanpa adanya langkah pengamanan sehingga membahayakan keselamatan warga.”

Ledakan dahsyat mengguncang ibu kota Lebanon menghancurkan banyak gedung di Beirut, hari Selasa (04/08). (istimewa)

Rumah sakit rumah sakit dilaporkan kewalahan dan banyak gedung yang hancur. Seorang petugas medis mengatakan sebanyak 200 hingga 300 orang telah dilarikan ke unit gawat darurat di sebuah rumah sakit.

“Saya tidak pernah yang seperti ini. Mengerikan,” kata petugas bernama Rouba, kepada kantor berita Reuters.

Video dari lokasi kejadian memperlihatkan asap tebal membumbung ke angkasa setelah ledakan pertama. Kemudian terjadi ledakan kedua yang jauh lebih besar yang tampaknya menghancurkan beberapa bangunan di sekitarnya.

Media setempat mengatakan orang-orang terjebak di bawah reruntuhan. Diperlihatkan pula mobil-mobil dan bangunan di sekitarnya yang rusak parah.

Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengumumkan Rabu (05/08) sebagai hari berkabung nasional.

Para pejabat mengatakan korban luka-luka “akan sangat tinggi jumlahnya.”

Pertemuan Dewan Pertahanan Nasional yang dipimpin Presiden Michael Aoun merekomendasikan pemerintah menetapkan “kondisi darurat dua minggu” di ibu kota Beirut dalam pertemuan kabinet Rabu (05/08). (*)

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment