by

Ibu-ibu Penggunting Bendera di Sumedang Ditetapkan Jadi Tersangka, Terancam 5 Tahun Penjara

BandungKita.id, SUMEDANG – Polres Sumedang telah memeriksa seorang ibu yang terekam kamera sedang menggunting-gunting bendera merah putih menjadi beberapa bagian. Aksi tersebut menjadi viral di media sosial twitter.

“Kami lakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang ada di dalam video,” kata Kapolres Sumedang AKBP Dwi Indra Laksamana saat dihubungi, Rabu (16/9).

Pasalnya, sebuah video berdurasi 29 detik menampilkan dua orang perempuan yang memegang bendera Merah Putih tersebar di media sosial. Salah seorang perempuan di video tersebut tampak menggunting bendera.

BACA JUGA :

Pencabut Bendera Merah Putih di Garut Berhasil Diamankan, Mengaku Sekedar Iseng Saja

Peringatan HUT RI ke-75 di Soreang, Bendera Merah Putih Terbentang di Bekas Jembatan Kereta Api

Menikmati Gemericik Air Sungai dan Dinginnya Kabut di Lembah Gunung Gorobogan Sumedang

Setelah bendera terpotong, salah seorang perempuan itu menghamburkannya dan memungutnya kembali. Diduga ada lebih dari satu orang dalam video itu. Sebab, terlihat ada yang merekam video dan berbicara dalam video.

Akhirnya Polres Sumedang hari ini menetapkan tiga perempuan penggunting bendera Merah Putih sebagai tersangka. Mereka adalah warga Desa Tanjungwangi, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang.

“Sudah ditetapkan tersangka dan ditahan di Polres Sumedang. Kami juga sudah gelarkan perkaranya,” ujar Kepala Satreskrim Polres Sumedang Ajun Komisaris Yanto Slamet, Kamis (17/9).

Courtsey : Abdhi 2020

Tersangka yang ditetapkan yaitu tiga perempuan berinisial PN (50) selaku pelaku utama yang menggunting bendera, AI (50) pemegang bendera saat digunting, dan DYH (30) pelaku yang merekam aksi perusakan bendera tersebut.

Ketiga tersangka dijatuhi Pasal 66 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 juncto Pasal 24 huruf a Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

“Ancaman pidananya kurungan lima tahun dan denda Rp500 juta,” ujar Yanto seperti dikutip BandungKita.id dari CNN. (*)

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment