by

Dinilai Salah Sasaran: Ternyata Bimtek Ekraf KBB Pesertanya ASN, Kok Bisa?

BandungKita.id, LEMBANG – Bimbingan Teknis (Bimtek) Wisata Alam, Budaya dan Buatan, dan Penerapan Protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environmental Sustainability) digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) di Hotel Novena Lembang, Jum’at (20/11/2020).

Untuk diketahui, adanya kasus Covid-19 di Indonesia membuat seluruh sektor mengalami kemerosotan, salah satunya pariwisata. Sehingga, perlu program yang dapat menyesuaikan protokol kesehatan Covid-19. Maka, dalam surat nomor: 556/769/Disparbud, Bimtek ini dilaksanakan sebagai pengenalan dan promosi wisata minat khusus dengan penerapan protokol CHSE pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Ekraf).

Maka, Bimtek ini merupakan salah satu strategi pemerintah KBB dalam mendatangkan para wisatawan dengan memaksimalkan potensi wisata dan ekonomi kreatif yang berada di KBB. Namun sejumlah permasalahan mucul, salah satu yang mendapat sorotan adalah peserta yang mengikuti Bimtek tersebut. Pasalnya, dari 30 peserta yang diundang Disparbud KBB, 12 diantaranya bukanlah pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif melainkan pegawai Disparbud KBB.

BACA JUGA :

DPC HPI KBB Dibentuk, Rian Firmansyah Janjikan ini di Parlemen

Bupati KBB Tekankan Pengusaha Tak Lagi Fokus Bangun Obyek Wisata di Lembang, Ini Alasannya

Ini Dia 5 Tempat Wisata Keren di KBB Rekomendasi BandungKita.id

Hal ini diungkap Dadan Ramdani (45), pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif dari KBB bagian selatan itu menyayangkan kejadian ini. Ia menilai banyak peserta Bimtek yang diundang tidaklah tepat dan salah sasaran.

“Banyak peserta kegiatan itu yang bukan pelaku ekonomi kreatif, tapi pelaku bisnis pariwisata berskala besar. Bahkan bisnis mereka dibiayai oleh Pemerintah melalui APBD, seperti pengelola Curug Malela. Seharusnya peserta Bimtek yang diundang adalah pelaku ekonomi kreatif kecil yang belum berjalan maksimal,” kata Dadang kepada BandungKita.id, Sabtu (21/11/2020).

Alasan Dadang rupanya cukup beralasan. Sebab, ia sendiri yang sudah jelas-jelas merupakan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, tidak diikutsertakan dalam Bimtek tersebut.

“Saya tidak diundang sama sekali, padahal pihak penyelenggara tahu betul saya adalah pelaku ekonomi kreatif. Buktinya, beberapa waktu lalu saya bersama Disparbud KBB menggagas pembentukan pusat informasi pariwisata di wilayah KBB bagian selatan,” ungkap Dadang.

Daftar nama peserta Bimtek di Hotel Novena, Lembang, Bandung Barat, Jumat (20/11/2020). Peserta nomor urut 1 sampai 12 (ceklis) bukan pelaku wisata dan ekraf. (istimewa).

Ia pun mempertanyakan pertanggungjawaban penggunaan anggaran Bimtek tersebut. “Peserta Bimteknya tidak tepat sasaran, sehingga pengeluaran anggaran yang dilakukan oleh Disparbud KBB hanya terbuang begitu saja tanpa ada efek kemajuan KBB dalam bidang materi,” imbuhnya.

Berbeda dengan Dadang, sumber terpercaya BandungKita.id menyebut tidak ada penyalahgunaan anggaran Bimtek. Namun, ia membenarkan bahwa peserta yang dihadirkan tidak sesuai dengan peruntukannya dan salah sasaran.

“Menurut saya kerugian negara secara keuangan sih tidak ada, tapi secara program kegiatan ini diisi banyak peserta yang bukan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif. Maka, dampak yang diharapkan dari kegiatan ini menjadi nihil,” bebernya.

BACA JUGA :

Salut! Kopi Gununghalu Meraih Award di Paris Prancis, Begini Pendapat Warga KBB

Yuk Traveling! ke Desa Mukapayung Cililin, Menikmati Wisata Curugan Gunung Putri

Berikut 5 Lokasi Wisata di Bandung, Bisa Anda Kunjungi di Masa New Normal

Ia menambahkan, ada manipulasi data peserta dimana pegawai Disparbud KBB disebutkan sebagai pelaku ekraf. Bahkan ada 2 orang Kepala Seksi (Kasi) dicantumkan sebagai pengelola destinasi wisata dan 10 Tenaga Keja Kontrak (TKK).

“Memang benar data peserta dimanipulasi sebagai pelaku ekraf, juga ada dua orang Kasi di Bidang Pariwisata yaitu Darnas Tamani dan Agus Nurul yang disebutkan sebagai pengelola destinasi wisata. Bahkan ada sepuluh TKK dan seorang supir di Disparbud yang ikutan jadi peserta Bimtek,” tandasnya.

Ketika dimintai konfirmasi terkait masalah ini, selain telepon yang tidak diangkat, pesan singkat via online yang dikirim BandungKita.id kepada Kepala Disparbud KBB Sri Dustirawati belum mendapat balasan. Bahkan hingga berita ini diturunkan, Bidang dan Staf lainnya di Disparbud KBB juga enggan memberikan tanggapan. (Azmy Yanuar Muttaqien/BandungKita.id).

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment