by

Emil Sebut 18 Juta Warga Jabar Telah Tervaksin

BandungKita.id, Bandung – Vaksinasi COVID-19 di Jawa Barat diklaim sudah menyentuh angka 18 juta jiwa. Hal ini diungkapkan langsung oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

“Semua akan kami tindaklanjuti sesuai arahan terkait vaksin juga kami laporkan sudah sekitar 18 juta dosis sudah tersuntikan,” ujarnya dalam keterangan resminya, Rabu (15/9/2021).

Ia mengatakan, percepatan vaksinasi ini upaya pemerintah dalam menekan penyebaran COVID-19 di Jabar. Data terkini sudah sekitar 18 juta dosis warga di vaksin.

Sambungnya, kecepatan rata-rata vaksinasi di Jabar sekitar 268.697 dosis per hari. Namun, ia menerangkan sistem yang dimiliki Jabar sudah siap untuk menyuntikkan vaksin dua kali lipat dari posisi rata-rata harian saat ini.

“Paling kami menitipkan vaksin, karena kecepatan harian kami sudah tertinggi sekitar 260.000 dan sebenarnya sistem siap untuk pakai dua kali lipat jika vaksinnya memadai,” katanya.

Oleh karena itu, Emil berharap agar pasokan vaksin dari Pemerintah Pusat ke Provinsi Jawa Barat bisa ditambah lagi. Sehingga target 37 juta masyarakat yang disuntik vaksin untuk membentuk herd immunity (kekebalan kelompok) di Desember 2021 ini bisa tercapai.

BACA JUGA:

Polisi Sebut Sertifikat Vaksin COVID-19 Palsu Ditawarkan Via Medsos

RSHS Kembali Buka Vaksinasi Gratis, Kali Ini Gunakan Vaksin Moderna

Pemkot Bandung Pinta Aparat Kewilayahan Terus Gelar Vaksinasi

“Kemudian juga kami masih memohon mudah-mudahan target 15 juta vaksin per bulan sampai Desember tercapai 37 juta warga Jawa Barat itu mohon jadi pengertian,” terangnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah akan terus mendorong program vaksinasi. Sehingga kekebalan komunal segera terbentuk dan Indonesia bisa segera keluar dari pandemi COVID-19.

“Sekarang kita akan menghajar semua vaksin, karena itu cara kita untuk salah satunya menepis mengenai bisa naik lagi angka ini. Jadi saya mohon semua kita kerja bahu- membahu,” pungkasnya. (Faqih Rohman Syafei/BandungKita.id) ***

Editor: Faqih Rohman Syafei

Comment