by

Pemda Provinsi Jabar Klaim Miliki Strategi Apabila kasus COVID-19 Varian Omicron Meningkat, Apa Saja Strateginya?

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan langkah antisipatif untuk menangani lonjakan kasus COVID-19 akibat varian Omicron.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat, Nina Susana Dewi mengatakan, selain kesiapan fasyankes, penguatan testing, tracing dan treatment (3T) intens dilakukan di tingkat puskesmas dan menjauhi kerumunan serta mengurangi mobilitas.

“Salah satu bentuk kewaspadaan itu tercermin dalam penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi. Kalau tidak hati-hati, kasus COVID-19 pada bulan Februari bisa naik. Tapi penularan bisa tertahan atau landai jika kita bersama-sama meningkatkan prokes,” katanya, Kamis (13/1).

Baca Juga:

Monumen Perjuangan Rakyat Jabar Jadi Saksi Deklarasi Dukung Prabowo-Cak Imin? Ini Dia Pendukungnya!

Duh..Ini Jumlah Warga Jabar Yang Terpapar Omicron dan Sedang Dalam Pengawasan!

Ia menambahkan, pengalaman penanganan gelombang dua pada pertengahan tahun lalu akan menjadi rujukan. Hal itu mulai dari penyiapan tempat isolasi di level desa, kabupaten/kota, dan provinsi, gencar melakukan tes COVID-19 dan telusur kontak erat, sampai kesiapan obat-obatan dan Alat Pelindung Diri (APD).

“Termasuk vaksinasi COVID-19. Sampai saat ini, cakupan vaksinasi sudah 78-80 persen dari target. Jadi masih ada 20 persen yang kita lakukan vaksinasi,” ucap Nina.

Tonton Juga:

Nina menyebut, Pemda Provinsi Jabar pun sudah mengantongi strategi apabila kasus COVID-19 meningkat. Strategi pertama penguatan puskesmas. Menurut Nina, puskesmas bersama TNI/Polri dan PKK akan gencar melakukan tes dan telusur sebagai upaya mendeteksi dini.

“Kita harus siap, termasuk testingnya. Baik menggunakan rapid test antigen atau PCR. Kita juga harus siap dengan Sumber Daya Manusia (SDM),” tuturnya.

Sementara itu, strategi kedua berkaitan dengan penguatan rumah sakit. Selain tempat tidur untuk penanganan pasien COVID-19, ketersediaan oksigen, APD, dan obat-obat akan disiapkan dengan sebaik-baiknya.

“Kami sudah mempunyai data dari gelombang kedua, mana saja rumah sakit yang bisa meningkatkan kapasitas tempat tidurnya sampai 40 persen dari total tempat tidur. Semua sudah ada datanya dan akan kami sampaikan kembali bila ada peningkatan kasus,” katanya.

Ia menegaskan, 14 warga Jabar yang terkonfirmasi positif COVID-19 varian Omicron sudah mendapatkan penanganan yang maksimal. 10 orang melakukan isolasi di Wisma Atlet, Jakarta, sedangkan 4 warga lainnya menjalani perawatan di RSUD Al-Ihsan.

“Semua sudah di-tracing termasuk yang pernah kontak erat. Alhamdulillah semua negatif,” ucapnya. (THAR*)

Comment