by

Pilkades Serentak 2021 di Bandung Barat Digelar Hari Libur

BandungKita.id, KBB – Ada yang berbeda pada hari pelaksanaan Pemilihan Kepada Desa (Pilkades) Serentak di Kabupaten Bandung Barat tahun 2021. Pada tahun ini, pesta demokrasi tingkat desa jatuh pada hari Minggu 28 November 2021 mendatang.

Padahal, biasanya pelaksanaan pesta demokrasi mulai tingkat pusat hingga daerah jatuh pada hari kerja. Namun keputusan hari minggu dipilih, agar tingkat partisipasi warga nyoblos di 41 desa yang melaksanakan Pilkades Serentak meningkat.

“Diharapkan (warga) bisa hadir pada pemungutan suara dan memaksimalkan partisipasi pemilih,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Administrasi Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) KBB, Rambey Solihin Parulian dalam Talkshow BandungKita, Jumat (19/11/2021).

Rambey menjelaskan pelaksanaan Pilkades Serentak pada hari minggu, menjadi yang kedua kalinya di KBB. Hal ini berawal pada Pilkades Serentak pada tahun 2015 yang dilaksanakan pada yang sama dengan tahun ini.

Baca Juga

41 Desa di Bandung Barat Gelar Pilkades Serentak 2021

Kenali SiMobile, Aplikasi Pendukung Lelang di Kabupaten Bandung Barat

Ketika itu, tingkat partipasi warga untuk nyoblos pada Pilkades Serentak menyentuh sangat tinggi. Melihat kesuksesan tahun itu, menjadi pertimbangan perihal pemilihan waktu Pilkades Serentak.

“Selain itu, hari minggu dipilih karena banyak warga KBB yang bekerja di luar daerah. Sehingga tidak bisa memaksa perusahaan itu juga untuk memberikan dispensasi,” katanya.

Meski demikian, pemilihan hari untuk pelaksanaan Pilkades Serentak tetap mengacu pada aturan-aturan yang berlaku dan diputuskan oleh Bupati Bandung Barat. Sehingga diperkenankan untuk menyesuaikan hari pelaksanaan.

“Menurut aturan Permendagri, lalu Perda Nomor 2, Undang -undang Nomor 6 tahun 2014 hari pemungutan suara ditetapkan bupati. Dan Pilkades diluar waktu yang ditentukan itu tidak legal,” jelas Rambey.

Rambey menambahkan, kecenderungan partisipasi warga KBB untuk menggunakan hak pilihnya pada Pilkades Serentak selalu tinggi apabila dibandingkan dengan Pemilihan Bupati, Pemilihan Umum, dan Pemilihan Presiden. Bahkan, angkanya selalu di atas 70 persen.

“Secara historis angka partisipasi Pilkades lebih tinggi diatas 70 persen. Menunjukan antusiasme masyarakat memilih calon pemimpinnya,” ucapnya.

Ia pun berharap pelaksanaan Pilkades Serentak nanti bisa berjalan dengan lancar dan aman tanpa ada hambatan.

“Mudah-mudahan tanggal 28 November nanti tidak ada permasalahan-permasalahan yang dipermasalahkan oleh para calon karena adanya perselisihan perihal pelaksanaan dan hasil perhitungan suara,” pungkasnya. (Faqih Rohman Syafei)

Comment