by

PGRI Beri Penghargaan Bagi Hadjarudin, Guru Honorer Setengah Abad Asal KBB

Bandungkita.id, KOTA BANDUNG – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Barat memberikan penghargaan kepada Hadjarudin Sufianan (75), guru honorer asal Kabupaten Bandung Barat (KBB). Hadjarudin dinilai sangat peduli di dunia pendidikan karena telah mengabdi setengah abad mengajar di SD Negeri Babakan Sirna, KBB yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Cianjur.

Menurut Ketua Pengurus Besar PGRI, Unifah Rosidi, penghargaan itu pantas diberikan kepada Hadjarudin yang telah berjuang mendidik anak-anak di KBB meski harus menempuh jarak sekitar 5 kilometer berjalan kaki menuju sekolah. Perjuangan itu, lanjutnya, menjadi sebuah fakta terkait kondisi guru honorer di Indonesia.

“Itu fakta bahwa guru honorer sampai masa pensiun itu masih dimana-mana, mereka mendedikasikan dirinya, kalau tidak ada kebaikan dari para guru ini, enggak kebayang anak-anak kita tidak mendapat layanan pendidikan. Jadi saya respect dan hormat kepada beliau,” kata Unifah usai pembukaan Konferensi Kerja III PGRI Jabar di Hotel Horison, Kota Bandung, Senin (15/8/2022).

Sementara itu Ketua PGRI Jabar, Ade Amar menuturkan, penghargaan tersebut sebagai upaya pihaknya mengparesiasi perjuangan Hadjarudin. Pasalnya, PGRI tak bisa mendorong Hadjarudin untuk menjasi ASN atau pun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) karena sudah melewati batas usia.

“Kami berikan apresiasi, yang pertama berbentuk penghargaan. Yang kedua ada lah rejeki untuk beliau. Apresiasi ini diberikan karena beliau sudah mengabdi luar biasa selama 50 tahun menjadi guru honorer. Dan ujungnya tidak bisa menjadi pegawai ASN termasuk PPPK karena sudah 75 tahun,” kata Dede Amar.

Penghargaan tersebut pun disambut baik oleh Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Dedi Supandi, yang dinilai layak untuk mendapatkannya. Dedi pun berharap banyak yang peduli terhadap Hadjarudin atas kepeduliannya memajukan anak bangsa.

“Tentu saya juga apresiasi atas penghargaan yang diberikan PGRI terhadai Ki Hajar (sapaan Hadjarudin). Beliau yang kini berusia 75 tahun, tapi masih tetap berjuang mencerdaskan anak bangsa dengan segala keterbatasannya,” ucap Dedi.

Sementara itu, Dedi mengaku pihaknya pun juga tengah mengusulkan kepada Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, agar Hadjarudin disematkan menjadi tokoh pendidikan di Jabar. Penyematan tersebut, sambung Dedi, bisa dilakukan pada 17 Agustus atau peringatan Hari Guru Nasional, 25 November nanti.

“Kita usulkan mendapatkan penghargaan. Wajarlah pemerintah daerah memberikan penghargaan kepada sosok guru yang mengabdi tanpa pamrih,” tandas Dedi.

Comment