by

Penonton Membludak Diakhir Pertandingan, Cabor Squash Sukses Digelar di Ajang Porprov XIV Jabar 2022

Bandungkita.id, OLAHRAGA – Cabang olahraga squash dinilai telah berhasil diselenggarakan dengan baik dan lancar seluruh pertandingan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Jawa Barat 2022. Cabor squash telah berakhir dan ditutup dengan hasil Kota Bandung sebagai juara umum pada Jumat (18/11/2022).

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Cabor Squash, Arif Mustofa, seluruh pertandingan dibeberapa nomor telah berhasil diselenggaran dengan lancar mulai dari babak kualifikasi hingga final. Terdapat 7 medali emas yang berhasil diperebutkan dalam cabor tersebut, dan Kota Bandung keluar sebagai juara umum usai mengemas 3 medali sama dengan Kabupaten Bekasi.

Baca Juga:

Raih 24 Medali, Kabupaten Bandung Barat Juara Umum Cabor Gulat Porprov XIV Jabar 2022

Update Perolehan Medali Sementara Porprov XIV Jabar 2022 Jumat 18 November, Kabupaten Bandung Barat Koleksi 206 Medali

Minim Dukungan, Atlet Squash KBB Tetap Berprestasi di Ajang Porprov XIV Jabar 2022

“Alhamdulillah semua berjalan lancar hingga hari ini terakhir. Medali yang diperebutkan 7 medali. Peraihan medali ada Kota Bandung 3 medali dan Kabupaten Bekasi 3 bekasi. Dilihat perolehan medali dibawahnya perak dan perunggu, Kota Bandung keluar sebagai juara umum untuk cabor squash,” kata Arif kepada Bandungkita.id di venus squash GOR Siliwangi, Kota Bandung, Jumat (18/11/2022).

Arif menuturkan, terdapat beberapa pertandingan yang disiarkan secara langsung melalui media sosial sebagai salah satu upaya sosialisasi kepada masyarakat. Pasalnya, pada awal-awal pertandingan antusias masyarakat masih kurang untuk menyaksikan langsung cabor squash ke Siliwangi.

Video Pilihan:

“Kita juga dibantu sosialisasi dari para atlet dan orangtua, artinya ini ada pengembangan sosialisasi cukup bagus. Terutama menjelang pertandingan-pertandingan final itu sangat membludak,” beber Arif.

Sementara itu, awalnya terdapat 128 atlet yang mengikuti cabor squash untuk bertanding sejak babak kualifikasi. Namun, lanjut Arif, setelah dilakukan sinkronisasi data, hanya terdapat 81 atlet dari 11 daerah yang dinyatakan boleh untuk bertanding.

“Pada awalnya kualifikasi itu ada 12 atlet. Terus kita lakukan sinkronisasi data, dan hasilnya ada 81 atlet yang bisa bertanding dari 11 pengurus cabang squash di daerah. Sebetulnya ada 14 pengcab, namun tiga pengcab tidak ikut karena mungkin ada kendala anggaran atau yang lainnya,” ungkap Arif.

Disamping itu, Arif bersyukur seluruh pertandingan akhirnya bisa dilaksanakan. Ia berharap, cabor squash menjadi daya tarik bagi masyarakat agar lebih berkembang lagi.

Comment