Ganjar Fokus kepada Kesehatan Masyarakat

Sosok65678 Views

BandungKita.id, SOSOK – Kenapa Ganjar fokus membangun Puskesmas dan RSUD? Karena Jawa Tengah memang rawan dan rentan dalam hal kesehatan masyarakat. Terutama stunting.

Sejak 2013 menjadi gubernur Jateng hingga hari ini, Ganjar pun memprioritaskan pembangunan fasilitas kesehatan.

Sebanyak 54 unit RSUD dan 71 Puskesmas dibangun untuk memberi pelayanan kepada masyarakat Jawa Tengah. Tidak saja berupa gedung dan fasilitasnya, tapi juga keberadaan tenaga medis, peralatan dan obat-obatan.

Puskesmas dipentingkan secara jumlah karena merupakan fasilitas kesehatan sebagai upaya preventif dan promotif untuk pencegahan penyakit. Sedang untuk penyakit yang lebih kompleks dan membutuhkan pelayanan serius dilayani di rumah sakit.

Baca Juga:

Masa Kecil Ganjar Penuh Kenangan Kerakyatan

Mimpi Mandiri Energi Indonesia Bisa Jadi Kenyataan di Era Ganjar Pranowo

Ganjar Fokus Kerja, Bukan Citra

Kesehatan masyarakat menjadi vital sebagai salah satu fokus rencana pembangunan di Jateng. Ganjar pun mementingkan pembangunan fasilitas kesehatan karena memang di Jawa Tengah punya kompleksitas yang tinggi menyangkut kesehatan masyarakat.

Penanganan stunting terutama. Puskesmas pun menjadi garda depan pengawasan kepada perkembangan kesehatan ibu dan anak.

Tidak saja pembangunan gedung. Tapi lengkap dengan tim medis dan tenaga kesehatan yang siap memberi pelayanan kepada masyarakat. Fokus ke ibu dan anak, karena kasus stunting di Jawa Tengah termasuk tinggi secara angka.

Dari 880 Puskesmas di Jateng, 71 Puskesmas baru yang dibangun Ganjar diprioritaskan di daerah-daerah rentan terhadap stunting. Karena secara umum daerah yang tinggi angka stuntingnya tinggal di desa-desa yang agak jauh dari kota.

Ganjar juga menginginkan adanya pelayanan yang cepat, tepat dan tidak membeda-bedakan antara satu dan lainnya. Semua warga mendapatkan hak pelayanan yang sama.

Justru harus ada itikad dari pihak Puskesmas untuk mengambil inisiatif memprioritaskan warga yang benar-benar kritis dan butuh dibantu. Kalau perlu ada program mendatangi langsung ke pemukiman warga. Supaya warga yang selama ini tinggal di pedesaan yang jauh dari kota kecamatan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.

Informasi tentang gizi dan upaya preventif untuk menjaga kesehatan penting disampaikan sebagai edukasi kepada masyarakat. Karenanya fungsi Puskesmas yang diharapkan Ganjar juga bersifat promotif.

Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Begitu pada prinsipnya, menjadi peran pokok dari Puskesmas. Sosialisasi tentang merawat kesehatan, menjaga lingkungan dan tanggap berobat jika sudah ada gejala sakit harus disampaikan seluwes mungkin.

Begitupun dengan pelayanan kesehatan bagi RSUD. Sebagai unit dari pelayanan negara kepada masyarakat, rumah sakit-rumah sakit daerah seperti harap Ganjar harus bersifat murah secara pembiayaan. Selain pemberlakuan Kartu Sehat dan BPJS, rumah sakit harus punya upaya untuk meringankan warga.

Baik dalam proses pengobatan dan sistem pelayanan, Ganjar menyerukan agar sistem pelayanan kesehatan di rumah sakit Jateng ramah kepada pasien. Warga mendapatkan pelayanan seprima mungkin. Cepat, mudah dan sembuh.

Manajemen Rumah Sakit harus memudahkan sifatnya, bukan mempersulit. Dari sejak pendaftaran hingga ke pengobatan paripurna. Karena dalam keadaan sakit, tidak ada kemungkinan yang logis bagi warga untuk ingin cepat sembuh, kecuali mempercayai sistem dan kinerja medis Rumah Sakit.

Karenanya, kepedulian dan pelayanan kesehatan yang baik kepada siapapun warga membuktikan profesionalisme insan-insan tenaga kerja kesehatan kita dalam berprofesi. Karena bekerja atas nama pemerintah, mereka menjadi kepanjangan tangan dari kehadiran negara dalam melayani rakyatnya.

Secara berkala Ganjar membuat ajang-ajang diskusi dengan awak-awak tenaga kerja Puskesmas dan RSUD. Selain untuk meninjau keberadaannya, juga melihat perkembangan sistem pelayanan itu kepada masyarakat.

Sudah sesuaikah seperti harapannya atau jangan-jangan harus ada yang dilakukannya karena mendapatkan laporan pihak nakes tetapi kesulitan dalam melaksanakan.

Berkomunikasi dan berkoordinasi selalu dilakukan Ganjar agar semua unit pelayanan pemerintah Jateng, termasuk Puskesmas dan RSUD dapat memberi kontribusi maksimal dalam melayani masyarakat. (DKS)