Mimpi Mandiri Energi Indonesia Bisa Jadi Kenyataan di Era Ganjar Pranowo

Nasional, Sosok36439 Views

BandungKita.id, SOSOK – Ganjar Pranowo berhasil membangun 2.369 desa mandiri energi di Jawa Tengah. Bahkan sudah menjadi percontohan nasional dan ditiru oleh Presiden Joko Widodo. Bauran energi baru terbarukan (EBT) pada Tahun 2022 di Jawa Tengah berada di angka 14,85%, dan pada tahun 2025 akan ditargetkan rampung di 21,32%.

EBT yang digarap itu mencakup pembangkit listrik tenaga surya, air panas bumi dan sampah. Energi non listrik masuk ke dalam biodiesel, biogas, biomassa dan gas rawa. Total desa mandiri energi sudah ada 2.369 dan energi inisiatif 2.186.

Manfaat dari keberhasilan energi baru terbarukan yang dibangun oleh Ganjar Pranowo ada enam, yang akan kita bahas satu persatu.

Pertama, menjadikan biaya sistem kelistrikan akan menjadi lebih murah. Karena energi terbarukan yang dimiliki oleh setiap desa akan dipakai untuk desa tersebut. Sehingga desa tersebut bisa mandiri secara elektrik, tanpa harus tarik-tarik kabel dari pusat pembangkit listrik yang ada di tempat-tempat yang jauh.

Baca Juga:

Ganjar Sabet Penghargaan Nasional

Masa Kecil Ganjar Penuh Kenangan Kerakyatan

Di Lereng Merapi dan Merbabu, Ganjar Serukan Masyarakat Bersatu

Kedua, adalah diversifikasi ekonomi yang menyebabkan banyak keuntungan-keuntungan. Yakni pergerakan ekonomi itu bisa jadi lebih mudah dan lebih terpisah-pisah, agar masing-masing tempat bisa lebih mandiri dengan energi mandiri juga.

Ketiga, adalah pengembangan industri baru yang sampai saat ini terus berkembang dan bisa terpikirkan oleh masyarakat desa di Jawa Tengah. Misalnya mereka yang belum pernah mengenal listrik, jika mengenal listrik akan bisa memikirkan progres ke depannya untuk membangun desa tersebut dan menghidupi keluarga mereka.

Keempat, adalah munculnya lapangan kerja hijau. Karena yang dikelola adalah energi baru terbarukan yang bisa dipakai terus-menerus dengan sistem yang sederhana, tidak mahal namun bermanfaat. Lapangan kerja hijau ini bisa dipikirkan seperti bekerja di dalam sektor-sektor industri yang menggunakan energi baru terbarukan.

Kelima, adalah terjadinya perbaikan kualitas udara, tanah dan air. Karena energi baru yang terbarukan memang berasal dari alam dan ramah lingkungan. Perbaikan kualitas udara, tanah dan air akan membangun desa tersebut menjadi lebih sehat dan lebih baik lagi.

Baca Juga:

Ganjar Usung Etika Keluarga, Keakraban dan Hormat untuk Kepemimpinan Nasional

Cek Penanganan Stunting di Kendal, Ganjar Optimistis Turunkan Angka Stunting di Jateng

Keenam, adalah penurunan biaya kesehatan. Biasanya orang kalau sakit pasti harus berobat, dan biasanya sakit itu disebabkan karena terekspos dengan energi-energi yang tidak ramah lingkungan.

Maka dengan energi baru terbarukan yang lebih ramah lingkungan, kemungkinan-kemungkinan masyarakat terekspos penyakit-penyakit karena limbah energi tak ramah lingkungan akan semakin kecil. Makin lama Indonesia akan semakin maju.

Keenam, hal ini akan disempurnakan di dalam satu faktor yakni Indonesia ke depannya akan diproyeksikan sebuah proyek untuk menghasilkan energi sendiri tanpa harus melakukan impor energi yang sampai saat ini cenderung menghabiskan anggaran negara.

Selama ini kita bisa membayangkan, bahwa sumber minyak mentah yang dihasilkan dari negara ini harus diekspor ke luar negeri terlebih dahulu. Diproses dulu di kilang minyak tanah, menjadi bahan bakar yang bagus, baru kemudian diimpor kembali ke sini.

Video Pilihan:

Makanya jangan heran, jika kita mendapatkan biaya listrik dan biaya bahan bakar yang cukup mahal. Padahal kita sendiri adalah negara penghasil minyak dan energi. Saya yakin, Presiden Joko Widodo juga mengambil langkah yang dilakukan oleh Ganjar Pranowo ini untuk menjadi proyek nasional.

Maka tentu, bisa kita lakukan penerusan tongkat estafet dari kepemimpinan Presiden Joko Widodo kepada presiden berikutnya yakni Ganjar Pranowo. Khususnya untuk membangun energi baru terbarukan dan agar Indonesia bisa mandiri energi ke depannya.

Tentu ini tidak semudah membalikkan tangan dan tidak semudah berbicara di dalam satu artikel saja. Namun dengan Ganjar Pranowo menjadi presiden nantinya, kita akan bisa melihat bahwa pergerakan-pergerakan menuju energi mandiri Indonesia bukanlah hal yang mustahil.

Banyak di antara para pengusaha minyak dan gas ini lebih senang, kalau mereka harus kirim ke luar negeri terlebih dahulu. Minyak mentah itu lalu diproses dan dikembalikan karena ongkos-ongkosnya bisa mereka pakai dan mereka nikmati.

Sedangkan Ganjar Pranowo ini orangnya mau berpikir cepat, efisien dan efektif. Agar bagaimanapun, tujuan dari kebijakan pemerintah adalah untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia.

Jangan kaget nanti Indonesia jika terpilih menjadi presiden ke-8, di era Ganjar Pranowo, malahan bisa menjual energi ke negara-negara tetangga dan jadi sumber pendapatan besar menambah pundi-pundi kas negara.