KOMISARIS YANG MENULIS:
Idat Mustari Menyuarakan Etika Dana Publik Lewat Buku Best Seller
Bandungkita.id, SOREANG — Di tengah sorotan publik terhadap tata kelola dana masyarakat di lembaga keuangan daerah, sosok Idat Mustari tampil berbeda. Sebagai Komisaris Independen di BPR Kerta Raharja, Idat tak hanya menjalankan fungsi pengawasan formal, tapi juga menulis buku-buku reflektif yang menyentuh ranah spiritual dan sosial.

Etos kerja Islami di tengah sistem yang sering mekanistik.Refleksi sahur sebagai waktu kontemplatif bagi pejabat publik.Humor sebagai alat komunikasi sosial dan spiritual. (Istimewa)
Salah satu bukunya, Bekerja Karena Allah, telah dicetak dan diklaim sebagai best seller. Buku ini mengajak pembaca terutama kalangan birokrat dan karyawan BUMD untuk meninjau ulang makna bekerja sebagai bentuk ibadah dan kontribusi sosial.

Kekuasaan kekayaan, kedudukan semua adalah Kehendak-Nya, dan kita harus menyadarinya sebab Al-Quran sudah mengingatkan hal ini,” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Allah, Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali-Imran :26).” tulis Idat dalam salah satu bab bukunya.
BACA JUGA
Alm. Abu Bakar Sosok Penting Bagi Ade Zakir
Karakter Yudistira, Bima dan Arjuna dalam Sosok Ganjar Pranowo
Kang Maman Sunjaya : Sosok Pemimpin Cerdas, Sederhana dan Birokrat Langka
Gaya penulisan Idat yang ringan namun sarat makna menjadi jembatan antara birokrasi dan masyarakat. Ia juga aktif menulis artikel seperti Roda Nasib, yang mengulas dinamika kehidupan dan jabatan dengan rujukan ayat suci dan pengalaman pribadi.
Menurut OJK, komisaris independen memiliki peran strategis dalam memastikan prinsip kehati-hatian dan transparansi dalam pengelolaan dana publik. Dalam konteks ini, narasi-narasi yang ditulis Idat menjadi alat edukasi yang tak biasa menggabungkan pengawasan kelembagaan dengan literasi publik.

Buku-buku lain yang telah diterbitkan antara lain Refleksi Kalam Ramadhan, Tulisan di Waktu Sahur, dan Humor Cekakak Ustadz. Masing-masing membawa nuansa spiritual, kontemplatif, dan jenaka, menunjukkan fleksibilitas naratif yang jarang dimiliki oleh pejabat publik.
VIDEO PILIHAN
Langkah Idat ini membuka ruang baru dalam advokasi publik bahwa transparansi dan etika bisa disuarakan lewat pena, bukan hanya lewat laporan tahunan. Di tengah tuntutan reformasi dan partisipasi publik, gaya ini bukan hanya unik ia relevan dan strategis. (dhomz/Bandungkita.id)





Comment