ASDAMINDO Siap Jawab Tantangan Air Steril untuk Dapur MBG, Sekjen: “Prihatin Ribuan Korban Keracunan di Bandung Barat”

BANDUNGKITA.ID, BANDUNG – Asosiasi Depot Air Minum Indonesia (ASDAMINDO) menyatakan kesiapan penuh dalam menjawab tantangan pemenuhan bahan baku air steril untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul insiden keracunan massal yang menimpa ribuan pelajar dan warga di Kabupaten Bandung Barat._

Ketua ASDAMINDO, Erik Garnadi, dalam keterangannya kepada ANTARA, menegaskan bahwa asosiasi telah berkomitmen meningkatkan standar industri air minum isi ulang, terutama dalam aspek higienitas dan keamanan pangan. “Operator yang teredukasi akan menghasilkan praktik yang lebih aman, yang pada akhirnya melindungi kesehatan masyarakat,” ujarnya.

ARTIKEL PILIHAN

Bupati dan Sekda KBB Mangkir di Tengah Krisis MBG?, Wakil Ketua DPR RI: Saya Kecewa – Semua Tentang Bandung

Bandung Barat Disorot Media Asing: Air Tercemar Jadi Pemicu Keracunan MBG

Pelaku Usaha Depot Air Minum di Bali Antusias Ikuti Pelatihan Manajemen Higiene dan Sanitasi

Langkah konkret yang telah dilakukan ASDAMINDO meliputi penyelenggaraan seminar dan pelatihan bertajuk Manajemen Higiene Sanitasi bagi Pelaku Usaha Depot Air Minum se-Indonesia, yang juga mencakup pengawasan dan penegakan hukum sesuai kaidah keamanan pangan dan persaingan usaha sehat.

Salah satu alat yang di produksi ASDAMINDO sistem Reverse Osmosis (RO System)

Menanggapi kondisi aktual di Bandung Barat, Sekretaris Jenderal ASDAMINDO, M. Imam Machfudi Noor menyampaikan keprihatinan mendalam. “Kami sangat prihatin atas kejadian keracunan MBG yang menimpa ribuan pelajar dan masyarakat penerima program. Beberapa depot sudah mulai jalan, terutama yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Memang syarat dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk masak MBG harus pakai air galon isi ulang yang sudah bersertifikat SLHS,” ujarnya.

ASDAMINDO juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Koperasi Merah Putih dan jaringan SPPG se-Indonesia guna memastikan distribusi air steril yang terjangkau dan aman bagi dapur-dapur MBG. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pangan bergizi yang berbasis komunitas, sekaligus mendorong kemandirian depot isi ulang dalam memenuhi standar nasional.

Asosiasi Depot Air Minum Indonesia (Asdamindo) menggelar seminar dan pelatihan bertajuk ‘Manajemen Higiene Sanitasi bagi Pelaku Usaha Depot Air Minum se-Indonesia serta Pengawasan dan Kaidah Keamanan Pangan (Kanan-Pj. Gubernur Sumatera Utara) ‘ , Kamis (30/1/2025).

“Ini bukan hanya soal air, tapi soal keadilan akses terhadap pangan aman. Kami siap menjadi bagian dari solusi,” tambah Sekjen ASDAMINDO.

Dengan dukungan lintas sektor dan pendekatan partisipatif, ASDAMINDO berharap insiden di Bandung Barat menjadi titik balik bagi perbaikan sistem air minum isi ulang di Indonesia, terutama dalam mendukung program-program pangan bergizi gratis yang menyasar masyarakat rentan.

VIDEO PILIHAN

Kualitas Air Salah Satu Faktor Utama Penyebab Keracunan

Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, mengungkapkan bahwa media asing mulai mempertanyakan maraknya kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di wilayah ini.

“Bandung Barat lagi, lagi-lagi Bandung Barat. Sampai media asing pun bertanya kepada saya, ada apa dengan Bandung Barat?” ujar Nanik dalam sambutannya di Rakor SPPG se-KBB, Senin malam (3/11).

Menurut Nanik, kualitas air di KBB menjadi salah satu faktor utama penyebab keracunan. Tim investigasi BGN telah mengirimkan sampel air dari delapan SPPG bermasalah untuk diuji laboratorium. Hasil koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan kementerian lain menunjukkan bahwa 50 persen kasus keracunan di KBB berasal dari air yang tercemar. (dhomz/BandungKita.id)

Comment