Kunjungan Wali Murid ke Dapur MBG Singajaya Diapresiasi, Netizen: “Semoga makin banyak dapur kayak gini, tapi SOP-nya harus ketat”

Netizen, Opini, Peristiwa125433 Views


BandungKita.id, Bandung Barat, –Kegiatan kunjungan wali murid ke dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) di Desa Singajaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, sempat menuai pujian di media sosial. Dalam unggahan Facebook oleh Dhanz R Rabbanii, momen tersebut disebut sebagai “contoh ideal kolaborasi antara SPPG dan warga dalam mendukung gizi anak sekolah.”Oleh Netizen Bandung Barat.

Sepertinya di balik apresiasi tersebut, sebelumnya warga sempat berada di bawah bayang-bayang kasus keracunan massal yang menimpa ribuan siswa di wilayah Cipongkor dan Cihampelas di program MBG tersebut. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan insiden tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), setelah lebih dari 1.300 siswa mengalami gejala mual, pusing, dan sesak napas usai menyantap menu ayam kecap dari dapur MBG, seperti dikuti Tribun.

Antusiasme Warga vs Fakta Lapangan

Siaran langsung bertajuk “DAPUR MBG” oleh Dhanz R Rabbanii menunjukkan antusiasme warga terhadap program ini. Video berdurasi 12 menit itu memperlihatkan aktivitas dapur dan interaksi positif antara pengelola dan orang tua siswa. Postingan tersebut mendapat 813 reaksi, 20 komentar, dan dibagikan sebanyak 24 kali.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa dapur MBG di Cipongkor dan Cihampelas menjadi pusat investigasi setelah ribuan siswa keracunan. Pemerintah daerah menutup sementara tiga dapur yang terindikasi bermasalah, meski puluhan dapur lain tetap beroperasi di bawah pengawasan ketat.

Beberapa komentar netizen menyoroti semangat dan harapan terhadap program MBG:

  • “Keren mang, ini baru bikin tenang.. ucap Dz Her dalam unggahan tersebut, seolah ikut menikmati, netizen yang mengikuti siaran langsung tersebut seolah memberikan harapan baru tentang pola yang dilakukan warga net yang mengunggah hal positif, hal tersebut di ungkapkan netizen lainnya bernama topan“Mantaaaaap, keren” ucap Topan Pan . “Semoga makin banyak dapur kayak gini, tapi SOP-nya harus ketat” – Komentar netizen lainnya

Meski bernada positif, komentar-komentar tersebut juga menyiratkan harapan agar dapur MBG tidak hanya tampil baik di permukaan, tetapi juga memenuhi standar keamanan pangan yang ketat ucap salah seorang warga yang memberikan pandangannya kepada bandungkita sikanal group WhatssApp BandungBaratKita, Jumat 26 September 2025.

LINK TERKAIT KLIK DISINI

Investigasi dan Evaluasi SOP

Badan Gizi Nasional (BGN) bersama BPOM, BIN, dan kepolisian telah menurunkan tim investigasi untuk menelusuri pelanggaran SOP dapur MBG. Dugaan sementara mengarah pada teknik memasak yang tidak sesuai standar, terutama terkait waktu penyajian makanan.

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mendesak pengawasan ketat dan penerapan SOP secara menyeluruh. Ia juga mendorong agar program MBG diperkuat melalui regulasi lintas kementerian agar tidak hanya bergantung pada BGN. dan nampaknya ini ditangkap oleh kader-kadernya di PKB Kabupaten Bandung Barat, Ketua Komisi 1 DPRD KBB, Wendi mengaku sedikit kelelahan pasca dua hari kejadian kemarin, “Saya melihat ini sebagai tanggung jawab, hanya karena keterbatasan waktu dan lain hal, pengawasan seperti yang diarahkan Partai (Ketua Umum PKB) kami bergerak dan mobil siaga terus kami stand by kan” ucap politisi muda asal Cihampelas belum lama ini kepada Bandungkita.

Program Baik, Pelaksanaan Harus Transparan

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menegaskan bahwa penutupan dapur hanya berlaku bagi yang terindikasi masalah. “Jangan sampai satu atau dua kasus berpengaruh terhadap dapur-dapur yang sudah bekerja dengan baik. Pada dasarnya program MBG ini sangat baik,” ujarnya.

Meski begitu, evaluasi menyeluruh terhadap 85 dapur MBG di Bandung Barat tetap dilakukan. Pemerintah daerah juga membuka ruang bagi masyarakat dan komite sekolah untuk ikut mengawasi jalannya program. (Dhonz/BandungKita,id)

Belum ada pernyataan resmi dari dinas kesehatan Daerah atau instansi terkait tentang validasi kelayakan dapur MBG tersebut, namun terpantau Hygienis dan terdapat system dan management pengelolaan dari dapur tersebut. gimana menurut Baraya…?

Semoga terus membaik ya.. Amiin


Comment