BandungKita.id, JAKARTA, 8 November 2025 — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi senyap yang mengguncang jagat politik daerah. Kali ini, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menjadi sasaran operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat malam (7/11), hanya beberapa bulan setelah dilantik untuk periode keduanya.
Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan total 13 orang, termasuk Bupati Sugiri, Sekretaris Daerah (Sekda) Agus Pramono, Direktur RSUD dr. Hardjono, Kabid Mutasi Setda, dan beberapa pihak swasta. Penangkapan ini diduga kuat terkait praktik suap dalam proses mutasi, rotasi, dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut bahwa tim penyidik turut menyita sejumlah uang tunai dalam bentuk rupiah dari lokasi penangkapan. “Kami masih mendalami aliran dana dan peran masing-masing pihak,” ujarnya.
ARTIKEL PILIHAN
Bilal Alfariz: “Ini Pukulan Bagi Etika Kepemimpinan Daerah”
Menanggapi peristiwa ini, Aktivis Anti Korupsi, Bilal Alfariz menyampaikan keprihatinannya. “Sangat disayangkan. Bupati Sugiri baru saja dilantik untuk periode kedua, belum genap setahun menjabat. Ini menunjukkan lemahnya komitmen terhadap reformasi birokrasi dan etika jabatan,” ujar Bilal dalam pernyataan tertulisnya.
Bilal menyoroti bahwa praktik jual beli jabatan di daerah bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap ASN dan sistem meritokrasi. “Ketika mutasi dan promosi jabatan dikomersialisasi, maka yang terjadi adalah degradasi pelayanan publik dan pembusukan sistem,” tambahnya.
Profil dan Rekam Jejak Sugiri Sancoko
Sugiri Sancoko lahir di Ponorogo pada 26 Februari 1971. Ia meniti karier sebagai wartawan dan pengusaha reklame sebelum terjun ke dunia politik. Sugiri menjabat sebagai anggota DPRD Jawa Timur selama dua periode (2009–2015), lalu terpilih sebagai Bupati Ponorogo pada 2020 dan kembali menang dalam Pilkada 2024 untuk periode 2025–2030.
Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per Maret 2025, Sugiri tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp6,3 miliar, sebagian besar berupa tanah dan bangunan.
VIDEO PILIHAN
Sekda dan Bidang Mutasi Jadi Sorotan
OTT ini juga menyeret Sekda Agus Pramono, yang sebelumnya pernah disorot karena istrinya mengikuti lelang jabatan. Agus dikenal sebagai figur sentral dalam proses mutasi dan promosi jabatan di Pemkab Ponorogo. Keterlibatannya memperkuat dugaan bahwa praktik suap jabatan telah menjadi sistemik di level struktural.
KPK juga mengamankan Kabid Mutasi Setda, yang diduga menjadi operator teknis dalam proses jual beli jabatan. Penangkapan ini mempertegas bahwa sektor mutasi dan promosi jabatan masih menjadi ladang korupsi yang subur di banyak daerah.
Catatan Redaksi
Kasus ini menjadi OTT ketujuh KPK sepanjang 2025, menandakan bahwa korupsi di level kepala daerah masih menjadi tantangan serius. Publik menanti langkah tegas dari aparat penegak hukum dan reformasi menyeluruh dalam sistem kepegawaian daerah.
Laporan Joe/BandungKita.id





Comment