Bandungkita.id, KBB – Penyaluran bantuan bagi warga terdampak bencana di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali menuai polemik. Alih-alih meringankan beban, distribusi bantuan dituding tidak merata hingga terjebak kerumitan birokrasi di tingkat desa.
Keresahan ini memuncak di jagat maya setelah sejumlah warga menumpahkan kekecewaan mereka di kolom komentar media sosial.
ARTIKEL PILIHAN
Mereka mempertanyakan sinkronisasi antara aksi sosial para tokoh publik yang viral dengan realitas pahit yang mereka temui di lapangan.
Aroma Pilih Kasih dan Janji Manis
Seorang warga, Nela Zahra Alex, melaporkan bahwa wilayah Kampung Cibudah Legok hingga kini seolah luput dari pandangan pemerintah. Padahal, wilayah tersebut menjadi langganan banjir yang memaksa warga mengungsi ke tempat lebih tinggi setiap kali hujan deras mengguyur.
“Tolong perhatikan, Kampung Cibudah Legok tidak tersentuh sama sekali! Padahal air meluber ke rumah warga dan kami harus mengungsi,” tulisnya.
Senada dengan Nela, akun Tarmini di RW 11 Pasangka menyebut adanya ketimpangan antara konten di media sosial dengan kenyataan. “Jangan sampai masyarakat menganggap ini hanya omon-omon (omong kosong) saja,” tegasnya.
Keluhan paling menyayat hati datang dari akun Inayati. Ia mengisahkan pengalaman pahitnya dijanjikan bantuan biaya sewa rumah sebesar Rp600 ribu per bulan oleh pemerintah.


Namun, janji tinggal janji; sepeser pun uang tersebut tak pernah sampai ke tangannya, sementara ia melihat warga yang rumahnya tidak terdampak justru mendapatkan bantuan lebih banyak.
Soal Dana KDM dan Raffi Ahmad
Tak hanya menyasar aparatur desa, netizen juga mempertanyakan transparansi dana bantuan dari Gubernur Kang Dedi Mulyadi (KDM) dan Raffi Ahmad.
Akun Damar menyebutkan dirinya melihat bukti pencairan dana dari KDM dalam sebuah video, namun menuding pengurus setempat menghambat penyaluran dengan aturan yang berbelit-belit.
“Uang sudah dicairkan KDM, tapi pengurus setempat lambat, banyak peraturan ini-itu,” tulis Damar. Sementara itu, akun Dewi Widia juga melontarkan pertanyaan tajam, “Apa kabar bantuan dari Raffi Ahmad yang miliaran itu, ke mana?”
Tulisnya.


Menanggapi carut-marutnya pendataan, Nina Erlianti menyarankan agar pemerintah langsung menyediakan tempat hunian sementara bagi warga di zona merah, tanpa harus melalui rantai birokrasi yang panjang dari tangan ke tangan.
Menurutnya, alur bantuan yang terlalu panjang rentan “habis di jalan” sebelum sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan.
Untuk diketahui, Ketua Komisi IV DPRD KBB, Nur Djulaeha, menegaskan bahwa kemungkinan pembentukan panja akan lahir setelah rapat gabungan Komisi I dan IV memanggil tim Penanganan Bencana KBB. “Di dalam proses dengar pendapat nanti akan terlihat urgensinya, termasuk mendengarkan komunitas relawan yang pernah turun di beberapa lokasi bencana”. Ungkapnya


Sementara, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sandi Supyandi, menyampaikan bahwa program sumur bor yang ditugaskan oleh Tim penanganan bencana longsor kepada kepala desa pasirlangu sudah mulai berjalan. Dari sepuluh titik yang direncanakan, beberapa di antaranya telah berhasil mengeluarkan air dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Selain itu, DPRD melalui komisi I langsung menggelar rapat bersama BKPSDM untuk membahas proses pengisian jabatan yang menjadi sorotan sejumlah aktivis. Menurut Sandi, proses tersebut masih berjalan dan diharapkan sebelum bulan Ramadan sudah ada pengumuman serta persetujuan dari pemerintah pusat.
Dalam kesempatan yang sama, Sandi menegaskan bahwa upaya pemulihan pasca bencana longsor di Pasir Langu juga menjadi perhatian. Ia menyebut, secara resmi hal itu merupakan ranah Komisi IV DPRD KBB. Namun, dirinya mendorong agar dibentuk Panitia Kerja (Panja) Pemulihan/Rekonstruksi Hunian Korban Longsor Pasir Langu untuk mempercepat penanganan.
“Hal itu secara resmi dilakukan oleh Komisi IV. Saya hanya secara nonformal, tidak kelembagaan. Makanya saya mendorong untuk dibikinkan panja,” ujar Sandi.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi bandungkita.id masih berupaya menghubungi Sekda KBB Ade Zakir, namun upqyq bandungkuta.id tidak pernah di responnya.(Dhomz/Bandungkita.id)





Comment