2000 Penari Akan Meriahkan Karnaval Kemerdekaan Sabilulungan

BandungKita.id, SOREANG – Sebanyak 2000 orang penari akan memeriahkan Karnaval Kemerdekaan Sabilulungan yang akan digelar pada Minggu (18/8/2019) di kawasan Pemkab Bandung, Soreang. Karnaval tersebut merupakan hajat Pemkab Bandung dalam memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan RI.

2000 orang penari yang rata-rata merupakan pelajar SD, SMP, dan SMA dari berbagai sanggar tari se-Jawa Barat itu akan menarikan jenis tarian Ceta Cetok Kuminyar Sabilulungan.
Tarian itu merupakan tari kontemporer yang dilakukan secara kolosal modifikasi dengan gerakan dasar jaipongan. Koreografi tari sendiri diciptakan oleh Masyarakat Seni Rakyat Indonesia.

Kabid Promosi Disparbud Kabupaten Bandung, Vena Andriawan menuturkan, pelaksaan karnaval itu akan dimulai pada pukul 07.30 WIB hingga pukul 12.00. Untuk peserta karnaval sendiri, kata dia, berjumlah 3000 orang peserta.

BACA JUGA:

Sambut HUT RI ke-74, Warga Binaan Lapas Narkotika Klas IIA Jelekong Lakukan Tarian Kolosal

 

“2000 penari dan sisanya peserta dari sejumlah komunitas yang ada di Kabupaten Bandung,” kata dia di Kantor Disparbud Kabupaten Bandung.

Vena mengatakan, pelaksanaan karnaval juga turut dimeriahkan dengan penampilan 25 unit mobil hias yang merupakan hasil kreativitas sejumlah dinas, pemerintah kecamatan, perbankan, dan perusahaan.

“Ada juga 20 motor antik, 50 unit motor vespa dari komunitas, 50 unit sepeda ontel dari komunitas juga, dan peragaan kostum dari Bandung Culture yang berjumlah 15 kostum unik,” katanya.

Selain itu, ujar dia, akan ada pertunjukan kesenian khas Betawi yang dibawakan oleh 75 orang dari Dinas Pariwisata Jakarta Barat dan atraksi Mojang Lodaya dengan motor besar dari Polda Jabar.

BACA JUGA:

Karnaval Kemerdekaan Sabilulungan, Tampilkan Potensi Pariwisata Kabupaten Bandung

 

Ditanya tentang perbedaan dengan karnaval sebelumnya, Vena mengatakan karnaval kali ini lebih ‘Wah’ dan lebih ‘Grande’. Pada tahun ini pelaksanaan karnaval diikuti oleh banyak peserta (tenant).Serta tidak hanya digelar di kawasan kompleks Pemkab Bandung.

“Kalau dulu di dalam kawasan, kalau sekarang dua-duanya. Di dalam dan di luar kawasan. Sehingga masyarakat ada kesempatan untuk melihat semuanya. Karnaval ini juga menerapkan sistem internasional,” kata dia.(R Wisnu Saputra/Bandungkita.id)

Editor: Dian Aisyah

Comment