BandungKita.id, BOGOR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan merevitalisasi tujuh pasar tradisional yang tersebar di enam kabupaten/kota pada tahun ini.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil atau akrab disapa Emil menuturkan , revitalisasi pasar tradisional tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga merancang event-event yang dapat menarik masyarakat. Salah satunya dengan menggelar festival pasar rakyat.
Jika pasar tradisional berhasil menjadi primadona masyarakat kalangan menengah dan atas, lanjut Emil, maka revitalisasi yang dilakukan Pemdaprov Jabar berhasil.
BACA JUGA:
Siswa SMPN 1 Talegong Minta Pemerintah Segera Bangun Gedung Sekolah
“Sampai akhirnya pasar diminati semua kalangan karena banyak hal positif sekaligus menarik. Maka dengan hadirnya Pasar Rakyat Juara, insyaallah pedagangnya sejahtera,” katanya.
Emil mengatakan, Pasar Cisarua akan dibenahi menjadi tempat yang menarik untuk berswafoto dengan membuat ornamen artistik serta tempat makan. “Pokoknya kalau ke Pasar Cisarua banyak yang selfie berati sudah sukses,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Prov. Jabar, Arifin Soedjayana, mengatakan bahwa program Pasar Juara merupakan perwujudan dari visi Jabar Juara Lahir Batin.
BACA JUGA:
Plt Dirjen Otonomi: Masa Jabatan Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak 2020 Maksimal 4 Tahun
Menurut Arifin, program tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya saing pasar rakyat sekaligus mendukung distribusi logistik ke masyarakat. Dia menambahkan, ada dua kegiatan Pasar Juara, yakni pembenahan infrastruktur dan membuat event-event.
“Kita harapkan daya saing pasar tradisional meningkat,” ucap Arifin.
Pada kesempatan yang sama, Arifin menyatakan, revitalisasi Pasar Cisarua ditargetkan selesai pada Desember 2019. Setelah selesai, Pasar Cisarua akan dikelola oleh PD Pasar Tohaga. (Dian Aisyah/Bandungkita.id)
Sumber: Humas Jabar





Comment