Bandungkita.id, BANDUNG – Kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) di Jawa Barat telah menginjak usia 1 tahun, pada 5 Sepetember 2019. Salah satu catatan yang disoroti di usia 1 tahun Rindu adalah kurang harmonisnya, komunikasi antara Pemprov Jabar dengan kepala daerah kabupaten/kota.
Di samping keberhasilan Pemprov Jabar, setidaknya catatan itulah yang disampaikan pakar politik dan pemerintahan Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Asep Warlan.
Sejak awal menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil giat melaksanakan kegiatan kopi darat (kopdar) yang bertujuan untuk menjalin komunikasi mencanangkan program bersama 27 kota/kabupaten.
Baca juga:
Bangun Creative Centre, Pemprov Jabar Rogoh Kocek Hingga Rp 16,6 Miliar
Namun demikian, Asep Warlan menyebut kegiatan itu hanya bersifat seremonial dan formalitas. Sehingga belum menghasilkan kesepakatan untuk membangun Jawa Barat ke depan.
“Maka dari itu program yang telah berjalan tersebut seharusnya memiliki substansi dan berakhir pada kesepakatan. Dan bagaimana hasilnya itu disosialisasikan kepada masyarakat,” kata Asep saat dihubungi, Jumat (6/9/2019).
Asep juga meminta agar pasangan Rindu tidak hanya menampilkan citra baik dalam berkomunikasi. Namun bisa dibarengi dengan substansi.
“Jika Ridwan Kamil sulit berkoordinasi secara harmonis, maka yang timbul kesannya adalah silakan aja membangun kabupaten/kota sendiri langsung oleh Pemprov,” ujar Asep.
Ke depan, kata Asep persoalan komunikasi ini harus segera diperbaiki guna akselerasi pencapaian visi Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan inovasi dan kolaborasi.
“Ridwan Kamil harus mengedepankan pemahaman yang bisa diselaraskan. Sudah tidak perlu lagi, misalnya, melihat perbedaan partai yang menjadi latar belakang pimpinan di daerah tingkat dua,” ujar Asep. (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)





Comment