oleh

Warga Keluhkan Aktivitas Proyek Podomoro Park, Bupati Bandung: PT APLN Ingkar Janji

BandungKita.id, SOREANG – Bupati Bandung, Dadang M Naser akan mengirimkan anggota Satpol PP dan Polisi untuk terus mengawasi aktivitas kendaraan besar bermuatan tanah di Jalan Raya Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Pengiriman anggota Satpol PP dan kepolisian itu dilakukan menyusul banyaknya keluhan dan protes masyarakat di Bojongsoang akibat aktivitas kendaraan besar bermuatan tanah.

Sejumlah masyarakat mengeluh karena banyak terjadi kecelakaan lalu lintas akibat ramainya kendaraan besar bermuatan tanah keluar masuk wilayah proyek. Kendaraan besar itu diketahui mengangkut tanah untuk proyek pembangunan Podomoro Park milik pengembang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN)

“Sering sekali kecelakaan disini (Jalan Raya Bojongsoang). Apalagi mayoritas korbannya warga sekitar,” ujar Muhamad Idrus (30) warga Bojongsoang, Jumat (6/9/2019).

Baca juga:

Amdal dan Status Lahan Podomoro Park Disinyalir Bermasalah, Walhi Minta Proyek Dihentikan Sementara

 

Menurut Idrus, selain kecelakaan lalu lintas, warga juga mengeluhkan polusi udara yang diakibatkan berseliwerannya kendaraan besar pengangkut tanah. Pasalnya, banyak tanah yang berceceran ke jalan raya dan menimbulkan kepulan debu saat dilintasi kendaraan-kendaraan bermotor.

“Kalau musim kemarau gini, debunya parah sekali. Kalau musim penghujan, mah, jalanan jadi licin karena ceceran tanah tadi,” kata Idrus yang merupakan warga Desa Cipagalo.

Hal senada juga dikatakan warga lainnya, Asep Permana. Menurut Asep, proyek pembangunan yang dikembangkan PT APLN itu juga kerap menimbulkan kemacetan di sepanjang Jalan Raya Bojongsoang.

“Macet mah tiap hari disini. Sudah macet, panas, debu juga beterbangan,” katanya.

Baca juga:

Pembangunan Podomoro Park Dikeluhkan Warga, DLH Kabupaten Bandung Belum Bisa Pastikan Status Amdalnya

 

Bupati Bandung sendiri menyesalkan sikap PT APLN yang sudah ingkar terhadap perjanjian bersama Pemkab Bandung. Pasalnya, dalam proses pembangunan itu PT APLN seharusnya mengikuti rekomendasi dari Pemkab Bandung.

“Ada beberapa rekomendasi dalam perjanjian. Salah satunya, sebelum keluar masuk proyek, ban truk pengangkut tanah harus di cuci. Bak muatan juga harus ditutup (terpal). Protapnya, kan, begitu,” katanya.

Terkait adanya kecelakaan lalu lintas akibat aktivitas truk milik PT APLN, Dadang menyarankan agar masyarakat menuntut PT APLN. Kendati demikian, ia tetap akan menerjunkan anggota Satpol PP untuk kerjasama dengan kepolisian memantau aktivitas lalu lintas di kawasan proyek.

Dikatakan Dadang, pihaknya sudah meminta PT APLN untuk membuat akses jalan sendiri untuk truk bermuatan tanah yang menghubungkan dengan tol. Hal ini bertujuan agar lalu lintas di Jalan Raya Bojongsoang tidak tersendat.

“Kami sudah rekomendasikan itu semua. Kami harap Podomoro aktif dan ikuti rekomendasi kami,” katanya.(R Wisnu Saputra/Bandungkita.id)

Editor: Restu Sauqi

Komentar