KDM: Jawa Barat Tak Boleh Asal-asalan, Bupati : Siap Raja! Gunawan Rasyid, Kumaha Sarimukti Raja Jadi Anak Tiri, Cik Raja Geser Saeutik..


BandungKita.id, JAWA BARAT — Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, kembali menyuarakan komitmennya terhadap pembangunan yang berintegritas melalui unggahan video di akun Facebook resminya. Dalam pernyataan yang disampaikan pada pukul 16.41 WIB, Kang Dedi menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi pembangunan yang dilakukan secara asal-asalan di wilayah Jawa Barat.

“Tidak boleh ada lagi pembangunan yang asal-asalan di Jawa Barat,” tegas Kang Dedi dalam video berdurasi 4 menit tersebut membahas tentang viralnya aduan masyarakat dalam akun tiktok sebelumnya mengenai buruknya kualitas pembangunan infrastruktur irigasi di wilayah purwakarta yang pengelolaannya dibawah tanggung jawab Pemprov Jabar.

Pernyataan ini menuai respons luas dari masyarakat. Lebih dari 12 ribu suka dan ratusan komentar membanjiri unggahan tersebut, sebagian besar berisi dukungan dan harapan agar Kang Dedi terus memperjuangkan kepentingan rakyat. Salah satu komentar menyebut, “Andaikan ada 20 orang aja Gubernur seperti KDM, pastinya rakyat Indonesia bakalan makmur sentosa.”

Tak sedikit pula warganet yang menyerukan pentingnya partisipasi publik dalam mengawasi proyek pemerintah. “Masyarakat harus bersatu dan menjadi pengawas setiap proyek pemerintah. Laporan minimal melalui medsos. Tong dikasih kendor, gasskeun!” tulis seorang pengguna.

BACA JUGA

Fly Over Exit Tol Padalarang untuk Kepentingan Bisnis Kota Baru Atau Kepentingan Masyarakat? Ini Kata Bupati KBB

Nasib Fly Over Cimareme, Infrastruktur KBB yang Mangkrak Sejak Era Abu Bakar

Flyover Cimareme: Janji Lama yang Dihidupkan Kembali, Tapi Ke Mana Rp 11 Miliar Anggaran Pembebasan Lahan?

Unggahan ini memperkuat citra Kang Dedi sebagai figur yang dekat dengan masyarakat dan konsisten dalam menyuarakan reformasi birokrasi serta pembangunan yang berkeadilan. Ia juga mendorong warga untuk aktif mengawasi jalannya pemerintahan, menjadikan media sosial sebagai kanal kontrol publik.

Yang menarik, nama akun mirip dengan nama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Teddy Wijaya, namun tidak memiliki tanda verifikasi (centang biru) dan tidak menunjukkan afiliasi resmi. Akun ini juga konsisten muncul di berbagai unggahan Facebook sang “Raja”, seolah membangun narasi dukungan personal yang intens.

“Semoga gubernur yang lain bisa mengikuti jejak Kang Dedi. Kalau ada keluhan masyarakat langsung gerecep mendengarkan dan dikerjakan. Semangat Kang, semoga Jabar semakin jaya dan istimewa.” tulisnya konsisten disetiap status Sang Raja.

Berbeda dengan suara salah satu pemilik akun bernama Gunawan Rasyid yang mengaku dari Bandung barat telihat kesal pada sang Raja, seperti layaknya curhatan, dengan bahasa sunda dan dicampur Indonesia, gayanya lantang namun memendam kepedihan, membawa nuansa emosional namun berkarakter karena kepeduliaanya terkait situasi di Bandung barat.

“Raja ..kumaha ari TPPAS Sarimukti bade diantep, abdi urang KBB merasa dirugikan pembuangan sampah di stop’ tidak adil..ari kota Bandung mani di pupujukeun wae curiga.padahal lokasi aya di KBB’ kerusakan dan pencemaran lingkungan dinikmati ku urang KBB’ teu acan dugaan korupsina jor2an..Cik Raja..geser saeutik ulah di anak tirikeun KBB teh. LAKI-KBB tos 3 kali persuasif ketemu Kadis LH Jabar PLT Dodit’ PLT Nita sampai bareng Komisi 4 DPRD Jabar janji hungkul” Tulisnya dengan lantang.

VIDEO PILIHAN

Gunawan Rasyid, yang ternyata seorang pemerhati dan aktivis anti korupsi asal Bandung Barat ini juga meminta solusi dengan meminta pertimbangan Gubernur Jabar yang dinilainya tidak adil, seraya menuliskan jumlah penduduk Bandung barat bukanlah Tikus lalu menegaskan jika wilayah Bandung Barat bukan hanya tempat pembuangan sampah.

“Cik kumaha solusina 1.8 jt penduduk KBB jalmi hungkul sanes beurit..KBB sanes wadah runtah..”

Kekecewaan Gunawan Rasyid yang diketahui pernah jadi Politisi Golkar ini mengaku memilih KDM menjadi Raja (Gubernur Jabar) dan meratapi karena tidak mendapatkan respon sang Raja.

“Saya teh milih Raja’ oge nya’ah ka Raja tapi naha asa disapirakeun” tulisnya terasa lirih menyayat hati pembacanya.

Sementara itu, unggahan Gunawan rasyid itu bukan tanpa alasan, dibeberapa komplek perumahan di Bandung Barat tumpukan sampah menggunung disetiap halaman rumah.

Satria, seorang anak SD yang nampak kesal sedang menata tumpukan sampah didepan rumahnya membantu ibunya pagi sebelum berangkat sekolah, diketahui di KBB sejak dibatasi, sampah di kompleks permata Cimahi kembali menumpuk hingga hampir 2 minggu tanpa pengangkutan. “ia ini bau numpuk, kalo mau dibakar ya dibakar, pake alat viral tea atuh (Insinerator) yang dijanjikan pemerintah di setiap desa” ujar tetangganya sambil menyapukan halaman komplek tipe 24 tersebut. (dhomz/BandungKita.id)


Comment