KDM Bicara Pembangunan, Netizen Bicara Perut, Mang Hand Bicara Grammar: Komentar Madun Bikin Pabeulit

Netizen, Opini79527 Views


BandungKita.id, SERBA SERBI — Video terbaru Kang Dedi Mulyadi yang menegaskan bahwa “tidak boleh ada lagi pembangunan yang asal-asalan di Jawa Barat” telah memicu gelombang komentar dari warganet. Di antara ribuan tanggapan serius, satu komentar menyentuh hati dan satu lagi… menyentuh logika.

ARTIKEL PILIHAN

Nasib Fly Over Cimareme, Infrastruktur KBB yang Mangkrak Sejak Era Abu Bakar

Kabar Gembira! Pembangunan Fly Over Kopo-Leuwipanjang Dimulai Tahun Ini

Fly Over Exit Tol Padalarang untuk Kepentingan Bisnis Kota Baru Atau Kepentingan Masyarakat? Ini Kata Bupati KBB

Diantara ratusan komentar ada satu komentar yang menggelitik dan mengundang reaksi netizen lainnya, datang dari akun Madun Ayahnya Aulia, yang menulis dengan penuh harap:

“Pak gimana nasib ekonomi seorang ganjur atau kuli batu seperti suami saya klo supir truk GK BLH beroperasi sedangkan kerja jauh ga punya kendaraan. Tolong solusinya pak. Anak saya butuh makan, istri saya pun LG hamil.”

Komentar ini langsung menyita perhatian publik. Isinya menyayat, nadanya mendesak, namun lucu dan pesannya jelas: rakyat kecil butuh solusi (Subjectif)

Namun, di tengah haru biru itu, muncul komentar dari Mang Hand, yang tidak bisa diam melihat kejanggalan sintaksis dengantersirat dan penuh canda.

“Asa pabeulit. ‘Seperti suami saya’ = yg ngomong istri. Tapi kalimat di bawah ‘anak saya butuh makan, isteri saya pun lagi hamil’ = yg ngomong suami. Geus bulak-balik maca komentar ieu angger teu kaharti.. 🙈🙈🙈” tulisnya lucu menanggapi akun Madun Ayahnya Aulia.

Komentar Mang Hand langsung viral di kolom komentar. Netizen terbahak, sebagian mengaku ikut bingung, dan sisanya mulai menganalisis siapa sebenarnya yang sedang curhat: Madun, istrinya, atau alter ego dari keduanya?

Redaksi mencoba menelusuri, tapi seperti proyek mangkrak fly over dipadalarang saat ini, padahal pernah dijanjikan sang raja akan di selesaikan, alih alih diselesaikan, sang raja malah tergiur wacana baru membangun jalan lingkar selatan yang digagas pengembang perumahan elite dikawasan padalarang, bahkan mengucurkan dana untuk pembebasan sebesar 150 milyar untuk pembebasan lahannya. sebagian aktivis asal KBB menyayangkan pembiaran project fly over yang telah menelan puluhan milyar terebut.

VIDEO PILIHAN

Logika komentar Madun Ayahnya Aulia tetap belum selesai dibangun. Yang jelas, baik Madun maupun Mang Hand telah memberi warna tersendiri dalam diskusi publik soal pembangunan.

Di tengah sidak, pungli, dan proyek strategis, komentar ini mengingatkan kita bahwa rakyat bukan hanya butuh solusi—mereka juga butuh kejelasan narasi. (Dhomz/BandungKita.id)


Comment