BandungKita.id – Ngamprah — Sorotan terhadap Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini menembus batas nasional. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, mengungkapkan bahwa media asing mulai mempertanyakan maraknya kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di wilayah ini.
“Bandung Barat lagi, lagi-lagi Bandung Barat. Sampai media asing pun bertanya kepada saya, ada apa dengan Bandung Barat?” ujar Nanik dalam sambutannya di Rakor SPPG se-KBB.
Menurut Nanik, kualitas air di KBB menjadi salah satu faktor utama penyebab keracunan. Tim investigasi BGN telah mengirimkan sampel air dari delapan SPPG bermasalah untuk diuji laboratorium. Hasil koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan kementerian lain menunjukkan bahwa 50 persen kasus keracunan di KBB berasal dari air yang tercemar.
Mutu Air: Kajian Ilmiah Ungkap Risiko Kontaminasi Fekal
Temuan BGN ini sejalan dengan kajian mikrobiologis dari Universitas Padjadjaran yang menyoroti keberadaan bakteri koliform sebagai indikator kontaminasi fekal dalam air minum. Dalam jurnal *JUKIMPAD* disebutkan bahwa:
“Kualitas mikrobiologis air minum perlu diawasi karena keberadaan bakteri indikator koliform mencerminkan kontaminasi fekal dan risiko penyakit. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Tahun 2023, air minum yang aman tidak boleh mengandung bakteri koliform.”
Air yang digunakan dalam pengolahan MBG seharusnya memenuhi standar mutu air kelas 1, yaitu air baku untuk konsumsi langsung. Namun dalam praktiknya, banyak SPPG di KBB yang menggunakan air dari sumber tidak terverifikasi, tanpa sistem filtrasi atau uji laboratorium berkala.
“Mutu air diklasifikasikan menjadi empat kelas. Kelas 1 diperuntukkan sebagai air baku air minum. Jika air yang digunakan berada di kelas 2 atau lebih rendah, maka risiko kontaminasi meningkat tajam,” tulis Kementerian Kesehatan dalam dokumen pedoman pengawasan air.
Bandung Barat: Dari Sorotan Nasional ke Alarm Internasional
Sorotan media asing terhadap Bandung Barat bukan sekadar kritik, melainkan alarm global atas lemahnya sistem pengawasan pangan dan air bersih di daerah. Ketika reputasi daerah dipertaruhkan, ketidakhadiran kepala daerah dan sekda dalam Rakor SPPG justru memperkuat kesan bahwa krisis MBG belum dianggap serius oleh sebagian elite daerah.
BandungKita.id akan terus mengawal investigasi ini, termasuk menelusuri sumber air yang digunakan oleh SPPG bermasalah, serta mendesak transparansi hasil uji laboratorium dari BGN dan Kementerian Kesehatan.
Reporter: Tim Investigasi BandungKita.id
Editor: Redaksi BandungKita.id
Sources:
– [Jurnal Unpad tentang Koliform dan Air Minum](https://jurnal.unpad.ac.id/…/article/download/65955/25991)
– [Pedoman Mutu Air Kemenkes RI](https://kemkes.go.id/…/17170403816657f4fd28d335…)





Comment