oleh

Mahasiswa Unjani Panik, Rumah Dekat Kampus Ludes Terbakar

BandungKita.id – Kebakaran hebat sempat membuat panik warga dan mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Kota Cimahi, Jumat (5/10/2018) sore karena lokasi kebakaran tak jauh dari kampus tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun BandungKita.id di lapangan, si jago merah menghanguskan sebuah rumah milik Warsinah (53) yang tinggal dekat Unjani.

Ketua Rukun Tetangga (RT) 06 Agus, mengatakan kebakaran diduga disebabkan karena ledakan si melon alias tabung gas 3 kg. Api kemudian menyambar bangunan yang mudah terbakar.

“Tadi kebakaran pertama kali diketahui seorang mahasiswa yang melintas. Dia langsung berteriak minta tolong karena api sudah berada di atap rumah,” kata Agus saat ditemui di lokasi kejadian.

Warga dan mahasiswa yang mendengar teriakan mahasiswa tersebut spontan berlarian ke luar rumah karena merupakan kawasan pemukiman padat. Puluhan warga tampak panik karena khawatir api merembet ke bangunan lainnya.

“Warga sempat panik dan berusaha memadamkan api,” kata dia.

Warga hanya menggunakan peralatan seadanya untuk memadamkan api. Alhasil, api bukannya padam. Si jago merah malah makin membesar karena hembusan angin cukup kencang.

“Anginnya malah membantu api jadi membesar. Sedangkan warga kekurangan peralatan, air juga kan agak kering di sini,” katanya.

Saat berusaha memadamkan api, pemilik rumah yang kebetulan sedang tidak ada di dalam, jatuh pingsan ketika mengetahui rumah miliknya sudah ludes dilalap si jago merah.

“Enggak tahu juga pulang dari mana, tapi pas dia pulang langsung pingsan. Pastinya syok rumah dia sudah hangus, padahal dia baru sebentar keluar rumah,” jelasnya.

Selang beberapa menit, pemadam kebakaran tiba di lokasi dengan mengerahkan 3 unit mobil pancar dan 1 unit mobil rescue.

“Kita sedikit mengalami kesulitan untuk mencapai lokasi kebakaran karena jalannya yang sempit, akhirnya kita tarik selang saja untuk memadamkan kobaran api,” ungkap Komandan Regu I Damkar Cimahi, Indrahadi.

Akibat kebakaran tersebut, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. (SDK/BandungKita.id)

Komentar