oleh

Malang, Rumah Warga Cipongkor Ludes Terbakar. Padahal Baru Direnovasi

BandungKita.id – Malang benar nasib yang dialami Odah dan keluarganya. Bertahun-tahun tinggal di rumah tidak layak huni, Odah dan kelurganya justru harus kehilangan rumah barunya yang belum lama selesai direnovasi.

Rumah Odah yang berada di Kampung Pasirkuya, RT 01/06 Desa Sukamulya, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ludes dilalap api, Kamis (4/10/2018) sore. Ganasnya si jago merah, membuat rumah yang baru saja selesai direnovasi itu rata dengan tanah dan hanya tersisa puing-puing bangunan.

Salah seorang saksi mata, Yopi (30) mengatakan kebakaran yang menghanguskan rumah semi permanen itu diketahui berasal dari hubungan arus pendek listrik atau korsleting listrik. Cipratan api kemudian dengan cepat merambat ke dinding rumah dan ke bagian lainnya yang mudah terbakar.

“Ketika itu sedang tidak ada orang di rumah. Begitu pemilik rumah kembali, api sudah membesar dan menjalar dengan cepat karena hembusan angin cukup kencang,” kata Yopi kepada BandungKita.id di lokasi kejadian, Kamis (5/10).

Dijelaskan Yopi, Odah dan anaknya yang histeris melihat rumah barunya terbakar kemudian berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. Warga yang mendengar teriakan Odah dan anaknya bergegas berupaya memadamkan api yang sudah menjalar ke seluruh bangunan rumah.

BACA JUGA :  Warga Cililin Lagi Asyik Makan Bakso, Api Tiba-tiba Menyambar. Apa yang Terjadi?

Angkot Seruduk Motor dan Rumah Makan di Cililin, Penyebabnya Bikin Geleng-geleng Kepala

“Warga berupaya memadamkan api dengan ember dan peralatan seadanya. Tapi tidak bisa diselamatkan karena sumber air cukup jauh. Hanya dalam setengah jam, rumah habis terbakar. Tidak ada yang tersisa,” tutur dia yang juga tinggal tak jauh dari rumah Odah.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun akibat peristiwa tersebut, Odah dan keluarganya mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Kini, mereka untuk sementara waktu mengungsi ke rumah kerabatnya.(ZEN/BandungKita.id)

Komentar