by

Berniat Ambil Jemuran, Perempuan di Cimahi Ini Tewas Tersambar Kereta

BandungKita.id – Seorang warga tewas tersambar kereta api Argo Parahyangan di Kilometer 146 +4/5, RT 07/08, Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jumat (6/10/2018), sore.

Warga setempat berkerumun di lokasi kejadian untuk melihat kondisi korban yang bernama Ponikem (47), dengan posisi tergeletak di sekitar rel dengan dibungkus sehelai kain dan daun pisang.

Kanit Reskrim Polsek Cimahi, AKP Nana Supriatana, mengatakan kejadian tersebut berawal saat korban berjalan kaki seorang diri, sesampainya di tempat kejadian kemudian korban menyeberang melintasi rel kereta api.

“Akan tetapi korban tidak melihat ada kereta api Argo Parahyangan yang melaju dari arah Jakarta menuju Bandung, sehingga korban tertabrak hingga meninggal dunia,” ungkap Nana saat di lokasi kejadian.

Suasana duka tampak terasa di rumah korban yang tak jauh dari lokasi kejadian tersebut. Tetangga korban tampak banyak yang datang ke rumah korban untuk menanyakan kejadiannya.

Nana mengatakan, korban itu merupakan warga setempat yang rumahnya hanya beberapa meter dari rel kereta api.

“Korban terseret sejauh delapan meter dan mengakibatkan korban meninggal dunia di tempat,” kata Nana.

Di lokasi kejadian, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan melibatkan tim Inafis Polres Cimahi dan korban langsung dievakuasi untuk dilakukan autopsi.

“Kami mendapat laporan dari warga, kemudian cek ke lokasi ternyata benar ada korban, sehingga kami langsung melakukan olah TKP,” ujar Kapolsek.

Sementara itu, Alif Nurjaelani (30), kerabat korban mengatakan, sebelum kejadian tragis menimpa keluarganya itu, Ponikem tengah mengambil jemuran baju, kemudian sempat istirahat sejenak.

“Istirahat dia di pinggir rel kereta, pas kejadian tertabrak itu tidak ada siapa-siapa kemudian ada saksi yang melihat dan memberi tahu keluarga,” tuturnya.

Ia mengatakan, akibat terseret kereta api, korban mengalami luka yang cukup parah di bagian wajah dan mengalami patah tangan serta jarinya putus.

“Mungkin korban melamun, tapi kalau sama keluarganya memang tidak ada masalah apa-apa, tetap baik-baik saja,” ungkapnya.

Akibat luka yang cukup parah tersebut, lanjutnya, pihak keluarga korban mengizinkan aparat kepolisian untuk melakukan otopsi dan akan dimakamkan di dekat rumahnya.

“Iya akan di autopsi di Rumah Sakit Hasan Sadikin karena enggak ada yang sanggup untuk memandikan korban,” katanya. (SDK/BandungKita.id)

Comment