oleh

Ngerii! Jumlah Penderita HIV/AIDS di Cimahi Terus Meningkat, Mayoritas Akibat Hubungan Seks

BandungKita.id, CIMAHI – Jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Cimahi terus meningkat. Hingga bulan Oktober 2018, Dinas Kesehatan Kota Cimahi mencatat terdapat sekitar 377 orang terjangkit HIV/AIDS.

Namun jumlah tersebut diprediksi ibarat fenomena gunung es. Yang tercatat hanya di permukaan. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena banyak juga yang tidak terdeteksi oleh Dinas Kesehatan.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr Romi Abdurrahman mengatakan, dari jumlah tersebut, kaum LGBT (Lesbian, gay, biseksual dan transgender) merupakan yang terbanyak. Salah satunya kaum gay atau lelaki suka lelaki (LSL).

“Paling banyak itu kaum gay, disusul pengguna narkotika. Resiko penularan HIV/AIDS pada kaum gay atau LGBT, itu akibat aktivitas seksual mereka yang tidak aman karena berganti pasangan,” ujar dr Romi kepada BandungKita.id.

BACA JUGA :

Melihat angka penderita HIV/AIDS pada 2018, jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2016. Pada 2016, HIV/AIDS karena faktor risiko hubungan seksual sebanyak 307 kasus. Sedangkan untuk 2017, mulai dari Januari sampai April, telah dikonfirmasi 313 kasus HIV/AIDS akibat hubungan seks.

“Sekitar 10 tahun yang lalu, kasus HIV/AIDS tertinggi itu disebabkan oleh penggunaan jarum suntik yang bergantian. Untuk sekarang justru berbalik. Dibandingkan akibat jarum suntik, HIV/AIDS tertinggi itu akibat hubungan seks,” katanya.

Menurut Romi, jika dirinci kasus penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak sebanyak 18 kasus atau sebesar 6 persen, penularan akibat perilaku transeksual sebesar 60 persen, dan yang melalui jarum suntik sebesar 34 persen.

“Untuk penderita laki-laki sebesar 67 persen dan perempuan 27 persen serta waria 6 persen. Peningkatan kasus penularan kasus HIV/AIDS di Kota Cimahi hampir seluruhnya lewat hubungan seksual,” bebernya.

Penularan virus HIV sebenarnya bukan karena masalah orientasi seksual seseorang, namun lebih menitikberatkan pada seperti apa perilaku orang tersebut dalam melakukan hubungan seksual dengan pasangannya.

“Di Kota Cimahi dan Bandung Raya, tren penularan virus HIV justru lebih banyak melalui LGBT, khususnya pada kategori gay dan waria atau LSL,” tegasnya. (SDK/BandungKita.id)

Komentar