oleh

Volume APBD Kota Bandung Tahun 2019 Turun, Ini Kata Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset

BandungKita.id, BANDUNG – Volume Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung tahun 2019 adalah sebesar Rp7,3 triliun atau lebih rendah dari Volume APBD Kota Bandung tahun 2018 yakni sebesar 7,4 triliun. Adapaun alokasi anggaran terbesar tetap diberikan kepada Dinas Pendidikan.

“Untuk Volume APBD Kota Bandung di 2019 itu 7,3 triliun turun dari tahun sebelumnya yakni 7,4 triliun, kalau yang terbesar tetap Dinas Pendidikan,” ujar Sektretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Kota Bandung Budi Rukmana, saat ditemui BandungKita diruangannya, Jalan Wastukencana No. 2 Kota Bandung, Senin (7/1/2018).

Namun, Budi enggan menjelaskan penyebab penurunana volume APBD tersebut. Menurutnya, persoalan sebab turunnya Volume APBD Kota Bandung merupakan wewenang Kepala BPKA.

“Nah untuk soal kenapa turun itu mungkin bisa lebih enak dijawab sama pak Kaban (Kepala Badan),” ujar Budi.

Adapun soal anggaran terbesar yang dialokasikan untuk Dinas Pendidikan di tahun 2018, kata Budi, yakni sebesar 1,624 triliun dan untuk tahun 2019 mengalami kenaikan yakni sebesar 1,923 trilyun.

“Dinas pendidikan menjadi yang tertinggi memang karena berdasarkan undang-undang, kan minimal 20 persen dan tahun 2019 ini Kota Bandung menganggarkan lebih dari itu,” lanjut Budi.

Adapun terkait alokasi angaran terkecil bagi Organisasai Perangkat Daerah (OPD) tahun 2018 itu adalah untuk Pemerintah Kecamatan Cidadap yakni sebesar Rp 17,13 miliar dan untuk tahun anggaran 2019 alokasi terkecil bagi OPD yakni untuk Pemerintah Kecamatan Cinambo sebesar Rp 21,01 miliar.

“Sekarang kan (Pemerintah) Kecamatan juga OPD, anggaran terkecil untuk OPD tahun ini yakni ¬†Kecamatan Cinambo sebesar Rp 21,01 miliar, tahun lalu Kecamatan Cidadap yakni sebesar Rp 17,13 miliar. kalau untuk OPD selain Kecamatan, dinas berarti ¬†yah, itu nanti datanya kita cari lagi,” imbuhnya.

Ditanya soal persentase serapan APBD 2018 Budi belum bisa memberikan angka pasti, lantaran masih menunggu audit.

“Untuk angka persentasi serapan (APBD 2018) berapa, kita masih menunggu audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kemungkinanan akhir Maret tahun ini,” pungkasnya.***(TRH/BandungKita)

Komentar