oleh

Subhanallah! Waktu Salat Tiba, SPBU Ini Tutup Oprasional

BandungKita.id, GARUT – Ada yang tidak biasa di SPBU Ciateul Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut, bila memasuki waktu solat lima waktu dipastikan tidak ada aktifitas pengisian Bahan bakar minyak (BBM) maupun kegiatan lainnya.

Seluruh karyawan SPBU Ciateul dipastikan mendirikan salat berjamah ketika masuk waktu salat. Hal tersebut dibenarkan oleh Manager SPBU Ciateul H Nanan Suryawan yang sudah beberapa bulan terakhir memberlakukan peraturan tersebut.

“Iya benar di SPBU kami akan tutup oprasional selama 10-15 menit ketika masuk waktu salat wajib,” ucapnya ketika ditemui di kantornya, Kamis (8/1/2019).

Menurutnya hal ini merupakan salah satu upaya untuk lebih mendekatkan lagi kepada Sang Pencipta, dimana salat bukan hanya sebuah kewajiban melainkan sebuah kebutuhan khusunya bagi dirinya.

“Ini merupakan upaya terutama bagi karyawan SPBU, untuk melaksanakan sebuah kewajiban, dan bagi saya sudah menjadi kebutuhan, karena kalau wajib itu terkadang suka lalai juga ya,” ucapnya.

Pada awalnya memang kata Nanan, ada yang mempertanyakan keputusanya tersebut, hal ini memang banyak pertimbangan yang harus diambil. Diantaranya konsumen yang datang secara otomatis akan menunggu bahkan bisa saja berpaling ke SPBU yang lain.

Namun kata Nanan, hal tersebut tidak membuat dirinya gentar untuk tetap menjalankan niat baiknya. “Biarlah para konsumen tahu apa yang kita lakukan (salat berjamaah pada awal waktu), toh dalam hal ini bukan sesuatu yang menyimpang dan bukan sesuatu yang melanggar aturan,” ucapnya.

Bahkan kata Nanan, tidak sedikit para konsumen juga yang malah ikut berjamaah bersama para karyawan SPBU. “Itu musala yang hanya ukurannya tidak terlalu besar dan yang tadinya kosong sekarang bisa 2 kali ganti salat berjamahnya,” katanya.

Tidak hanya itu dampak pisikologis terhadap para karyawan sangat luar biasa, mulai dari yang awalnya jarang salat jadi terpaksa untuk ikut salat berjamaah. Dan hal lain juga sangat berdampak sekali.

Meski secara bisnis dirinya mengalami kerugian, namun kata Nana, secara bisnis akhirat dirinya memiliki nilai lebih. “Kalau dihitung 15 menit dikali 5, sudah berapa Rupiah yang terbuang, tapi yang jadi tujuan bukan itu. Kita hidup di dunia hanya sementara, dan apa bekal kita ketika di akhirat nanti, minimal ini menjadi upaya saya untuk bekal d akhirat nanti,” ucapnya.***(RUL/BandungKita)

Komentar