oleh

Tiga Pendaki Gunung Tampomas Sumedang Ditemukan Tewas di Dalam Tenda, Ini Diduga Penyebabnya

BandungKita.id, SUMEDANG – Tiga orang pendaki Gunung Tampomas, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dilaporkan tewas di dalam tendanya di pos 4 pendakian. Informasi tersebut didapatkan setelah adanya laporan dari pendaki lain yang melihat ketiga korban terbujur kaku di dalam tenda yang rusak.

“Kantor SAR Bandung terima info dari Bapak Ferdi Sumedang Mandiri Rescue, pada Sabtu (2/3) sekitar pukul 21.00 WIB 3 orang pendaki tersambar petir di Pos 4 Gunung Tampomas Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang,” kata Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansah dalam keterangannya seperti dikutip dari kumparan, Minggu (3/3).

Hingga saat ini, identitas para korban belum bisa diketahui. Namun pencarian sedang dilakukan oleh tim SAR Bandung.

Deden mengatakan, diperkirakan 3 orang pendaki tersebut sedang beristirahat di pos 4, ketika hujan deras mengguyur wilayah setempat. Informasi mengenai penyebab mereka meninggal masih simpang siur. Ada yang menduga ketiganya tewas akibat tersambar petir. Namun informasi lain menyebutkan para korban mengalami kedinginan atau hipotermia.

“Selasa malam pukul 21.00 WIB, diperkirakan para pendaki sedang istirahat di Pos 4 Gunung Tampomas karena sedang hujan di lokasi. Di perkirakan 3 orang korban pendaki tersambar petir,” kata Deden.

Kemudian keesokan harinya, terdapat pendaki lain melihat ketiga korban di dalam sebuah tenda.

BACA JUGA :

“Setelah dilakukan cross check kebenaran berita tersebut A1. Kantor SAR Bandung memberangkatkan 1 tim rescue untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan,” jelasnya.

Menurut keterangan saksi, saat ditemukan ketiganya sudah terbujur kaku di dalam tenda.

“Tenda di mana ketiga korban berada juga kondisinya rusak. Saksi melihat dari jendela tenda, namun ketiga korban yang dilihat terbujur kaku,” jelas Deden.

“Kini tim menuju lokasi melalui pos Narimbang untuk mengevakuasi korban tersebut,” jelasnya.(M Zezen Zainal M)

 

Editor : M Zezen Zainal M

Komentar