by

Jelang Hari Perempuan Internasional, Dhyta Caturani Ajak Perempuan Indonesia untuk Golput, Ini Alasan Dia

BandungKita.id, BANDUNG – Jelang Hari Perempuan Internasional (HPI) yang jatuh pada 8 Maret, salah seorang aktivis perempuan Dhyta Caturani mendorong RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) segera disahkan.

“Pesan HPI khusus tahun 2019 di Indonesia, kita bersama sama lebih kencang agar RUU PKS segera disahkan,” ujar Dhyta kepada BandungKita.id, Selasa, (5/3/2019).

Dhyta juga menyerukan aksi Golput lantaran kedua pasangan calon Presiden dinilai tidak berpihak pada perempuan. “Mereka tidak punya keberpihakan pada perempuan atau rakyat secara umum,” katanya.

Ia mengajak perempuan Indonesia agar tak lagi percaya pada sistem politik elektoral. “Maka saya berharap dan mengajak para perempuan untuk sama-sama bersuara dengan kencang bahwa kita tidak lagi percaya sistem politik elektoral,” tegas Dhyta.

Dia menilai, kedua paslon sama-sama melakukan pelanggaran HAM. Seperti kasus pelanggaran HAM yang dilakukan seorang paslon di masa lalu dan tidak menemukan titik terang sampai saat ini. Juga paslon yang melakukan kriminalisasi aktivis, perampasan tanah dan penindasan yang terjadi di Papua.

“Jadi, sama aja dia juga melanggar HAM sebenarnya. Dia tidak peduli kepada perempuan,” tuturnya.

Dhyta melanjutkan, meskipun paslon yang sedang berkuasa hari ini meletakkan beberapa perempuan sebagai menteri. Namun kebijakan yang dihasilkan sama sekali tidak berpihak pada perempuan.

“Jadi kalau terus menerus kita disodorkan dengan sistem pemilu yang bobrok ini, kita ga akan punya orang baik yang bisa muncul karena sistem ini tidak memungkinkan. Saya golput,” tutupnya. (Bagus Fallensky/Bandungkita.id)

Editor: Dian Aisyah

Comment