by

Asrama Polisi Polda Jabar di Cibiru Hilir Selalu Kebanjiran, Warga Minta Perhatian Pemkab Bandung

BandungKita.id, BANDUNG – Warga di Asrama Polisi (Aspol) Cibiru Hilir, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung resah. Pasalnya, rumah warga yang mayoritas anggota Polri itu selalu dilanda banjir setiap kali turun hujan. Hingga kini, belum ada penanganan dari Pemerintah Kaupaten (Pemkab) Bandung.

Hujan sedikit saja, jalanan di kompleks Polri tersebut dipastikan akan terendam banjir cileuncang. Bahkan bila hujan deras dan berlangsung lama, rumah warga selalu terendam.

Hal tersebut dibenarkan salah seorang warga setempat, Hendra Setia. Menurut Hendra, kurangnya perhatian Pemkab Bandung menjadikan banjir terjadi berlarut-larut. Padahal, kata dia, sebagai warga negara warga Kompleks Aspol juga memiliki hak tempat tinggal layak dan rasa aman.

“Kami kan warga negara juga, mau mendiami tempat tinggal nyaman, dan ya alhamdulillah dari pemerintahan Kabupaten Bandung juga kecamatan, seingat saya mah meninjau pun belum pernah,” ujar warga Blok D tersebut saat ditemui BandungKita.id, Kamis (7/3/2019).

Hendra mengatakan, warga Aspol sangat disiplin dalam meminimalisir potensi banjir, salah satunya dengan menjaga kebersihan.

“Kami ingin ada perhatian dari Pemkab Bandung, misalnya revitalisasi sungai lah, karena kalau banjir di sini disebut karena penumpukan sampah toh tidak ada, silakan dicek. Setiap minggu sampah di sini juga rutin diangkut,” tutur Hendra.

Setelah beberapa hari terendam, banjir di kompleks Aspol Polda Jabar itu kini mulai surut. Namun di beberapa blok masih terjadi genangan hingga 30 sampai 50 centimeter, seperti di blok B dan blok C. Pantauan di lokasi, sejumlah warga masih melakukan pembersihan lumpur sisa banjir.

“Kemarin di sini banjir sampai selutut sekarang mulai surut tapi beberapa masih ada genangan,” ungkap Syarif, warga blok B 30.

Banjir di lokasi tersebut, kata Syarif, merupakan langganan yang terjadi setiap turun hujan. Selain itu, adanya penyempitan sungai Cipariuk juga menjadi penyebab banjir kerap melanda komplek aparat kepolisian tersebut.

BACA JUGA :

Warga Baleendah Tewas Mengambang di Rumahnya Yang Terendam Banjir, Ini Penyebabnya Menurut Basarnas

 

Banjir Kabupaten Bandung, Akses Jalan Dayeukolot-Banjaran Terputus

 

“Banjir di sini sudah rutin, saya tinggal di sini sudah sekitar 20 tahunan, sejak sepuluh tahun terakhir lah banjir terus melanda, karena memang lokasinya termasuk rendah,” lanjut pria yang bertugas di Polda Jabar tersebut.

Banjir tersebut, lanjut Syarif juga merupakan kiriman di beberapa wilayah di Kota Bandung yang posisinya lebih tinggi, seperti daerah Ujungberung dan daerah Jalan Manisi Kelurahan Cipadung.

Setiap banjir terjadi, warga melakukan penyedotan dengan menggunakan 2 pompa agar air segera surut. Pompa tersebut dirawat oleh petugas dari Keluharan Cibiru Hilir bernama Toto.

“Kami swadaya di sini membeli pompa untuk menyedot air. Jadi setiap hujan itu, pompa sudah langsung dinyalakan, tapi memang 2 pompa masih kurang, buktinya kemarin kan banjir sampai tiga hari,” ujar Syarif. (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)

 

Editor : M Zezen Zainal M

Comment