by

Puluhan Massa Kecam Intervensi Amerika Serikat di Venezuela

BandungKita.id, BANDUNG – Puluhan massa yang tergabung dalam Komite Solidaritas untuk Venezuela menggelar aksi bakar bendera Amerika Serikat, sebagai bentuk penolakan dan perlawanan imperialis Amerika di Venezuela. Aksi itu digelar di depan tower Citi Bank, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Senin (18/3/2019).

Juru Bicara Komite Solidaritas untuk Venezuela, Nanang Kosim mengatakan, aksi solidaritas tersebut bertujuan untuk menentang intervensi imperialis Amerika Serikat di Venezuela.

“Amerika ini tidak menghendaki negara-negara kaya begini. Karena negara seperti Venezuela akan mengganggu pasar dan pasokkan bahan mentah,” ujar Nanang.

Menurut Nanang, Amerika menggunakan aturan main pasar paling curang dengan cara memonopoli sumber daya alam di dunia.

“Mereka memonopoli. Membentuk region-region kaya AFTA, NATO, OPEC dan lain sebagainya. Sebetulnya, mereka membagi-bagi cluster-cluster sumber daya alam yang ada di dunia, supaya bisa dimonopoli oleh Amerika,” kata Nanang.

Baca juga: Kecam Teror Selandia Baru, Ratusan Umat Islam Gelar Aksi di Depan DPRD Jabar

Nanang mengatakan, sejak tahun 2015, Amerika Serikat memblokade ekonomi Venezuela dengan cara kongkalikong dengan Arab Saudi.

“Sejak 2015, dimulai dari Kongkalikong Amerika dan Arab Saudi yang tahu bahwa Venezuela ini akan maju karena mengingat besar cadangan minyaknya. Jika harga minyak naik, maka Venezuela dengan cadangan minyak yang besar bisa menjadi kaya dan maju. Sehingga Amerika Serikat dan Arab Saudi Kongkalikong untuk meningkatkan produksi minyak di Arab Saudi sehingga harga minyak turun,” ujar Nanang.

 

 

Solidarits untuk Venezuela

 

Selain blokade bahan minyak, kata Nanang, Venezuela juga diisolasi oleh Amerika untuk tidak bertransaksi dengan bank-bank internasional lain.

“Maka terjadilah krisis. Sehingga cara mengatasinya adalah meningkatkan produksi uang di Venezuela yang justru menghasilkan inflasi dan situasi itulah yang dimanfaatkan oleh Amerika untuk menguasai Venezuela,” paparnya.

Baca juga: Kurs Rupiah Terus Melemah Hingga Rp14.153 per Dolar AS

Dari hal-hal di atas, tambah Nanang, pihaknya menggelar aksi solidaritas serentak di berbagai kota untuk menyatakan sikap, pertama, menentang intervensi imperialisme Amerika Serikat di Venezuela.

“Kedua, menuntut agar Amerika Serikat segera menghentikan blokade dan perang ekonomi di Venezuela. Ketiga, menyerukan kepada media massa Indonesia agar tidak turut menyebarkan berita bohong (fake news) yang dipropagandakan secara masif dan sistematis oleh korporasi media massa imperialis,” lanjutnya.

Keempat, lanjut Nanang, pihaknya mendukung rakyat Venezuela yang bertahan melawan intervensi AS dan sabotase oposisi kanan. Kelima, mendesak Pemerintah RI agar berposisi menolak intervensi AS di Venezuela, dan mendukung Pemerintahan Maduro untuk mengatasi krisis politik secara demokratis dan beradab.

“Terakhir, mengajak rakyat Indonesia untuk peduli dan bersolidaritas terhadap perjuangan rakyat Venezuela melawan intervensi imperialisme AS dan sekutunya,” tegasnya.

Nanang beralasan, pihaknya menggelar aksi di depan gedung Citibank dan melakukan aksi simbolik pembakaran bendera Amerika Serikat sebagai perwujudan perlawanan atas intervensi Imperialisme Amerika Serikat di Venezuela.

“Untuk Bandung sendiri, kami menilai salah satu simbol modal Amerika Serikat ini adalah Citibank, bank yang didirikan di New York akhir abad 19,” tutupnya.***(Bagus Fallensky/BandungKita)

Editor: Dian Aisyah

Comment