oleh

Disebut Perintahkan Kapolsek di Garut Galang Dukungan untuk Capres 01, Begini Jawaban Kapolres Garut

BandungKita.id, GARUT – Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna membantah dirinya telah memerintahkan anggotanya untuk menggalang kekuatan untuk memenangkan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Hal itu menanggapi adanya laporan dari salah satu mantan anggotanya, AKP Sulman Aziz yang menyebutkan pernah mendapat perintah dari Kapolres Garut untuk menggalang kekuatan untuk memenangkan pasagan Jokowi-Ma’ruf.

Dikatakannya, menjelang pelaksanaan pemilu, dirinya setiap bulan memang selalu mengadakan brifing. Namun, kata Budi, brifing tersebut tujuannya hanya untuk menganalisa dan mengevaluasi tugas-tugas kepolisian terkait pengamanan pemilu.

Apalagi, kata dia, Polres Garut memiliki 33 kapolsek yang membawahi 42 kecamatan.

“Kepada para kapolsek dan jajaran lainnya di Polres Garut, kita selalu menyampaikan peta kerawanan jelang pemilu. Selain itu, saya juga selalu sampaikan terkait peta kerawanan konflik yang terdapat di wilayah hukum Polres Garut,” ujar Budi saat ditemui di rumah dinasnya, Minggu malam (31/3/2019).

BACA JUGA :

Waduh! Kapolsek Mengaku Diperintahkan Kapolres Garut Galang Dukungan untuk Jokowi, Padahal Polri Harus Netral

 

Kades Cimareme Garut yang Ajak Pilih Jokowi Jadi Tersangka

 

Waduh! Menteri Pertanian Amran Sulaiman Perkenalkan Caleg Golkar Saat Acara, Lalu Kampanye di Atas Panggung

 

 

Hal itu, sambung Kapolres, penting disampaikan kepada para kapolsek mengingat berdasarkan pengalaman sebelumnya, di Garut terdapat 4 ribu lebih TPS yang terdapat kerawanan konflik. Apalagi di Pilpres ini, di Garut jumlah TPS bertambah drastis naik hampir 200 persen.

“Hanya itu yang saya tekankan dalam setiap kali pertemuan dengan para kapolsek. Sama sekali tak ada perintah untuk menggalang guna pemenangan salah satu pasangan capres-cawapres,” bantah Budi.

Budi menduga apa yang diungkapkapkan Sulman itu ada kaitannya dengan mutasi yang baru saja dialaminya. Padahal mutasi di jajaran Polres merupakan kewenangan pihak Polda, bukan Polres.

Sebelumnya, pengakuan mengejutkan disampaikan mantan Kapolsek Pasirwangi Garut, AKP Sulman Azis. Ia mengaku diperintahkan untuk menggalang dukungan bagi pasangan calon nomor 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin oleh Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna. Perintah serupa juga diberikan kepada kapolsek lainnya di wilayah Kabupaten Garut.

“Beberapa kali saya dipanggil Kapolres untuk melakukan data dukungan kepada masing-masing calon diperintahkan untuk melakukan penggalangan,” ucap Sulman, Minggu (31/3).

Sulman mengatakan Kapolres Kabupaten Garut juga pernah menggelar rapat dengan para kapolsek di wilayahnya. Dalam rapat itu, perintah menggalang dukungan diberikan. Perintah pendataan dukungan masyarakat kepada 01 dan 02 pun diberikan.

Sulman menyebut itu terjadi pada Februari lalu. Para kapolsek, lanjut Sulman, diancam akan dimutasikan. Tindakan tersebut akan dilakukan terhadap kapolsek jika paslon 01 kalah di wilayahnya.

“Kami diancam, kalau seandainya di wilayah kami bertugas paslon nomor 01 kalah kami akan dipindahkan,” ucap Sulman.

Sulman pun langsung melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan mantan atasannya tersebut ke lembaga bantuan hukum Lokataru. Selain itu, Sulman juga menggelar konfrensi pers di Kantor Lokataru, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (31/3/2019). (M Zezen Zainal M/M Nur el Badhi/BandungKita.id)

 

Editor : M Zezen Zainal M

Komentar