by

Bawaslu Garut Resmi Hentikan Penyelidikan Kasus Sulman Aziz yang Sempat Sebut Polisi Diinstruksikan Dukung Jokowi

 

BandungKita.id, GARUT – Badan Pengawas Pemilu (Bawslu) Kabupaten Garut menghentikam kasus penyelidikan terhadap pengakuan AKP Sulman Aziz (mantan Kapolsek Pasirwangi) soal ‘perintah dukung Jokowi’. Bawaslu menjelaskan bahwa pengakuan Sulman tidak memenuhi syarat pelanggaran pemilu.

“Dihentikan karena tidak memenuhi unsur dugaan pelanggaran karena tidak terpenuhinya syarat formil maupun syarat materil pelanggaran,” ujar Komisioner Bawaslu Ahmad Nurul Syahid di kantornya, Jalan Pramuka, Garut Kota, Kabupaten Garut.

Bawaslu dalam jumpa persnya pukul 23.00 WIB, telah melakukan investigasi dengan memanggil Sulman untuk dimintai klarifikasi. Selain Sulman, tiga orang kapolsek di Garut yang hadir dalam pertemuan yang disebut Sulman yakni Kapolsek Kadungora Kompol Jajang, Kapolsek Garut Kota Kompol Uus Susilo dan Kapolsek Karangpawitan Kompol Oon Suhendar juga dihadirkan.

Menurutnya berdasarkan Pasal l4 Ayat (2) Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 7 Tahun 2018 tentang Penanganan Temuan laporan Pemilihan Umum bahwa tuduhan Sulman Aziz tidak terbukti.

BACA JUGA :

Waduh! Kapolsek Mengaku Diperintahkan Kapolres Garut Galang Dukungan untuk Jokowi, Padahal Polri Harus Netral

 

Disebut Perintahkan Kapolsek di Garut Galang Dukungan untuk Capres 01, Begini Jawaban Kapolres Garut

 

Ini Tanggapan KAMMI Soal Kapolres Garut Galang Dukungan Untuk Jokowi

 

 

Pihaknya pun menyimpulkan dan hasil dari pengambilan keterangan infomasi awal yang didapat dari pernyataan Sulman Aziz di media online pada tanggal 31 Maret 2019 tidak dapat dijadikan sebagai temuan dugaan pelanggaran Pemilu serta tidak terpenuhinya syarat formil dan materil.

“Bahwa Bawaslu Kabupaten Garut tidak menemukan bukti apapun terkait dengan adanya dugaan pelanggaran Pemilu sebagaimana tuduhan yang dilontarkan oleh AKP Sulman Aziz terkait dengan keberpihakan Kapolres Garut dalam Pemilu Tahun 2019 terhadap salah satu Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden,” ujar Ahmad Nurul.

Menurutnya dugaan bahwa Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna telah melakukan pelanggaran pemilu sebagaimana dituduhkan, yaitu mengarahkan para kapolsek dan jajarannya untuk mendukung salah satu pasangan calon adalah tidak terbukti.

“Berdasarkan hasil investigasi dan keterangan yang disampaikan oleh para pihak yang dimintai keterangan dalam penelusuran adanya dugaan pelanggaran Pemilu ini, Bawaslu Kabupaten Garut menilai bahwa Polri dan khususnya Kapolres Garut beserta jajarannya netral, profesional dan tidak berpihak secara politik praktis kepada siapa pun dan/atau pihak manapun,” katanya. (M Nur el Badhi/BandungKita.id)

Editor : M Zezen Zainal M

Comment