oleh

Bawaslu Garut Lanjutkan Penyelidikan Kasus Pidana Pemilu

BandungKita.id, GARUT – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Garut kembali melanjutkan proses penyelidikan terhadap sejumlah kasus dugaan tindak pidana pemilu.

Komisioner Bawaslu, Asep Nurjaman mengatakan saat ini pihaknya tengah menangani 10 kasus dugaan tindak pidana pemilu.

“Ada 10 dugaan tindak pidana pemilu yang telah diregistrasi. Hari ini Bawaslu masih melakukan giat klarifikasi kepada pihak-pihak terkait,” ujar Asep di kantornya, Jalan Merdeka, Rabu (8/5/2019).

Dari 10 kasus itu, kata Asep, tiga diantaranya dihentikan lantaran tidak memenuhi syarat formil dan materil. Sepuluh dugaan kasus tindak pidana pemilu itu terdiri dari dugaan penggelembungan suara, kampanye di masa tenang dan money politics.

BACA JUGA:

Pemkab Garut Akan Kembangkan Sentra Bambu di Kecamatan Selaawi

 

Geger! Warga Garut Temukan Mayat di Bawah Jembatan Kereta Api

 

“Dari 10 yang telah diregistrasi, 7 sedang proses klarifikasi dan 3 lagi dihentikan pada pembahasan pertama karena tidak memenuhi syarat materil,” ungkapnya.

Sedangkan 3 kasus yang dihentikan penyelidikannya adalah terkait dugaan penggelembungan suara Caleg DPRD Garut di Kecamatan Bayongbong, dugaan TPP terkait kejanggalan suara di Kecamatan Bayongbong dan dugaan pengurangan suara di Kecamatan Cibalong.

Saat ini Bawaslu tengah melakukan proses klarifikasi terhadap para pihak yang terkait. Asep memastikan Bawaslu akan serius menangani tiap kasus dan aduan masyarakat.

“Hari ini kami sedang melaksanakan klarifikasi,” pungkas Asep. (M Nur el Badhi/Bandungkita.id)

Editor: Dian Aisyah

Komentar