oleh

Datangi Kantor KPU Jabar, BEM Bandung Raya Layangkan Delapan Pernyataan Sikap

BandungKita.id, BANDUNG – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Bandung Raya (Bem Baraya) menyambangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat, Jalan Garut, Kota Bandung, Rabu (16/5/2019).

Bem Baraya melayangkan delapan poin pernyataan sikap berisi evaluasi atas penyelenggaraan pemilu 2019 tingkat provinsi Jawa Barat, yang saat ini tengah memasuki masa penyetoran hasil rekapitulasi ke KPU RI.

“Ini adalah hasil kajian Kami yang berawal dari keresahan terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi pada Pemilu,” kata Koordinator Bem Baraya, Muhammad Fadhel di lokasi.

Fadhel menyampaikan salah satu poin yang menjadi catatannya adalah tentang meninggalnya sejumlah petugas penyelenggara pemilu di provinsi Jawa Barat.

“Tentu Kami turut prihatin atas kejadian tersebut dan kami meminta KPU, untuk segera memberikan baik itu santunan, atau juga sebagai bentuk penghargaan tidak hanya kepada korban, tapi keluarganya,” kata Fadhel.

Baca juga:

20 Gadis Korban Pencabulan di Garut Ternyata Dijaring Lewat Medsos

 

Polda Jabar Kembali Ringkus Pembuat Video Hoaks Penghitungan Suara Tertutup

 

Catatan lain yang disodorkan Bem Baraya yakni soal maraknya hoax dalam pelaksanaan pemilu 2019 khususnya di Jawa Barat.

“Tentu ini kaitannya demgan media dan lembaga pers yang perlu mendisiplinkan bagaimana memproduksi berita yang sesuai dengan fakta-fakta di lapangan dan sesuai dengan sumbernya,” kata Fadhel.

Kasubag Hukum KPU Jabar, Agus Ridwan, selaku perwakila KPU yang menerima kunjungan Bem Baraya, mngapresiasi atas apa yang dilakukan mahasiswa.

Menurutnya hal itu sebagai bentuk kritik dan pengawasan terhadap kinerja KPU Jawa Barat. “Jangan segan segan mengungkapkan kritik, tentu itu jadi masukkan buat kami, itu bagus, Kami terbuka ke siapa pun,” katanya.

Adapun delapan poin pernyataan sikap tersebut yakni.

1. Menuntut seluruh penyelenggara Pemilu untuk menjamin kesejahteraan dan atau keselamatan anggota KPPS yang menjadi korban.

2. Menuntut pemerintah untuk meninjaun kembali Peraturan KPU No 03 Tahun 2018 tentang KPPS.

3. Mengimbau seluruh elemen terkait untuk menghormati proses penyelenggaraan Pemilu 2019.

4. Mengimbau seluruh masyarakat untuk bijaksana menentukan sikap dan ikut serta dalam menjaga keutuhan dan persatuan Bangsa pasca Pemilu 2019.

5. Menuntut elite politik untuk bersikap bijaksana dalam menyikapi dinamika politik yang sedang berlangsung.

6. Menuntut lembaga pers untuk menjunjung tinggi Pancasila dan UU RI No 40 tahun 1999 tentang pers.

7. Mendukung lembaga pers dalam mengakses informasi dan menyebarluaskan kepada publik sesuai dengan data dan fakta seperti yang tertuang dalam UU Pers Tahun 1999 bab 2 pasal 6.

8. Mengimbau seluruh mahasiswa untuk berperan aktif dalam mengharmonisasi kondisi Bangsa pasca Pemilu 2019.***(Tito Rohmatulloh/BandungKita)

Editor: Restu Sauqi

Komentar