Organda Ancam Mogok Massal, Jika Pemda Tidak Bersikap Tegas Kepada Angkutan Online

GarutKita437 Views

BandungKita.id, GARUT – Aksi mogok massal akan dilakukan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Garut. Rencana tersebut menyusul kericuhan yang beberapa kali terjadi antara angkutan online dan konvensional di Kabupaten Garut.

Ketua Organda Garut, Yudi Nurcahyadi menuturkan, sejak awal keberadaan angkutan online sudah terjadi ketegangan. Namun pengusaha angkutan umum akhirnya membiarkan keberadaan angkutan online. Meski belum menerima keberadaan angkutan online.

“Sampai sekarang belum ada yang memediasi. Baik dari pemerintah maupun perusahaan online. Sejak bulan puasa saya juga sudah sampaikan masalah ini ke Kapolres,” ucap Yudi di Kantor Organda, Jalan Merdeka, Selasa (25/6/2019).

Baca juga:

Organda Minta Pemda Garut Tegas Soal Angkutan Daring

 

Puncaknya pada sepekan terakhir, sudah beberapa kali terjadi bentrokan. Hal itu terjadi lantaran angkutan online memaksa mengantar penumpang. Padahal sudah da perjanjian jika angkutan online hanya boleh mengantar hingga ojek pangkalan.

Selain itu, pengemudi online terkesan tak menghargai angkutan lain. Mereka sudah berani memakai atribut. Dengan perkembangan Zaman, Yudi menyadari jika angkutan online sulit dilarang.

“Bukan untuk dilawan, cuma regulasi dari pusatnya belum jelas. Harus duduk bersama dan bicarakan soal regulasi,” katanya.

Ia menyebut, pengusaha angkutan umum dan ojek pangkalan jelas tersinggung dengan aktivitas angkutan online. Ditambah banyak yang menduga berkurangnya pendapatan angkutan umum karena adanya angkutan online.

“Namanya sudah urusan perut sudah susah. Makanya perlu dibicarakan baik-baik. Jangankan di Garut, di Bandung saja bisa saling menghargai. Jangan pakai atribut kalau masuk. Silent lah kalau mau,” ujarnya.

Baca juga:

Bupati Garut Imbau Ojol Tidak Lakukan Sweeping, Semua Pihak Diminta Menahan Diri

 

Yudi mempersilakan semua pihak yang bertindak anarkis untuk diproses hukum. Pihaknya pun akan melakukan gerakan jika ada perlawanan dari angkutan online.

“Kalau online lakukan gerakan, itu sudah kesampingkan hukum. Kami akan lawan keberadaan angkutan online kalau mereka kesampingkan aparat. Polisi juga harus bertindak jika dari dua belah pihak lakukan aksi anarkis,” katanya.

Dalam waktu dekat, Organda akan mengumpulkan ojek pangkalan, delman, dan angkutan umum. Pihaknya akan merencanakan aksi mogok massal untuk melawan keberadaan angkutan online dan menyuarakan aspirasi.

“Dulu juga sama waktu ada angkot diprotes sama delman dan ojek. Tapi kan ada regulasinya. Kalau sekarang online belum ada regulasi tapi sudah beroperasi,” ucapnya.

“Jika tidak ada solusi yang ditawarkan, jangan salahkan kami kalau ada gejolak lebih besar. Kami akan lakukan perlawanan, gerakan jalanan. Kami juga terus menahan diri,” katanya. (M Nur el Badhi)