by

Kejari Cimahi Musnahkan Barang Bukti Narkoba Hasil Kejahatan, Ini Jumlahnya

BandungKita.id, CIMAHI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi memusnahkan sejumlah barang bukti narkotika dan psikotropika yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht di halaman Kantor Kejari Cimahi, Rabu (18/9/2019).

Selain barang bukti narkotika, Kejari Cimahi juga memusnahkan barang bukti lain. Terpantau, puluhan unit ponsel, helm dan pakaian yang digunakan pelaku kejahatan.

Pemusnahan tersebut dilakukan dengan cara dibakar di atas dua drum yang dijadikan wadah pembakaran.

Petugas Kejari Cimahi memperlihatkan sejumlah barang bukti hasil kejahatan yang telah berkekuatan hukum tetap di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi. (Bagus Fuji Panuntun / BandungKita.id)

 

Kepala Kejari Cimahi, Harjo mengatakan barang bukti tersebut didapat dari 60 perkara kriminal yang ditanganinya.

“Barang bukti tersebut telah inkrah (berkekuatan hukum tetap). Kami dapatkan dari 60 perkara yang telah ditangani selama Januari hingga Agustus 2019,” ungkap Harjo usai pemusnahan.

Barang bukti narkotika tersebut meliputi, narkotika jenis ganja 380,6099 gram, sabu 523,9767 gram, extacy 466,6078 gram dan pil trihexyphenidyl 19.051 butir.

KBO Satnarkoba Polres Cimahi, Iptu Wasiman mengatakan, pihaknya mencatat ada peningkatan penggunaan narkotika di kalangan masyarakat bawah.

BACA JUGA :

Polrestabes Bandung Bekuk 24 Orang Tersangka Kasus Narkoba, Diantaranya Wanita

 

 

Marak Peredaran Narkoba di Lapas, Kemenkumham Akan Perketat Regulasi

 

“Ada peningkatan di bawah, tapi jumlahnya relatif kecil. Kami sedang petakan pola ini,” sebut Wasiman.

Mnurut Wasiman masih ada sejumlah masyarakat yang menanam tanaman ganja di rumah. Namun jumlah tersebut masih relatif kecil.

“Hal ini juga tetap jadi perhatian kami, karena kalau sudah bisa dipanen bisa dinikmati oleh ratusan pengguna lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Cimahi, Ngatiyana menilai, mengkonsumsi narkotika hanya akan menimbulkan dampak negatif baik bagi fisik maupun mental.

“Narkotika bisa merusak sel tubuh, mental dan pribadi kita. Cenderung bisa membawa dampak negatif dan merangsang terjadinya kejahatan,” tuturnya.***(Bagus Fallensky/BandungKita.id)

Editor : M Zezen Zainal M

Comment