by

Ibu Harus Tahu, 5 Cara Ini Kurangi Nyeri Saat Kontraksi Menjelang Melahirkan

BandungKita.id, HEALTH – Nyeri selama persalinan berasal dari kontraksi dan tekanan pada otot rahim yang berlangsung terus-menerus. Setiap wanita bisa mengalami sensasi yang berbeda, tapi nyeri kontraksi umumnya cukup sulit dihadapi.

Terlebih lagi ketika kontraksi sedang kuat-kuatnya. Lantas, adakah cara yang efektif untuk mengurangi nyeri saat kontraksi menjelang melahirkan?

Nyeri selama persalinan dapat diatasi dengan cara alami maupun pemberian obat-obatan.

Cara alami ini mencakup teknik pernapasan, peregangan otot, maupun cara lainnya yang ditujukan untuk membuat tubuh menjadi lebih rileks selama bersalin.

Apabila cara alami tidak cukup atau terdapat kondisi khusus, Anda dapat mengonsumsi jenis obat tertentu sesuai petunjuk dokter. Berikut ulasan selengkapnya:

1. Membuat diri merasa senyaman mungkin

Ilustrasi (foto:net)

Cara paling sederhana untuk mengurangi nyeri saat kontraksi adalah membuat diri merasa senyaman mungkin.

Sebelum bersalin, sempatkanlah untuk mandi air hangat sejenak. Lalu, tempelkan kompres hangat atau dingin pada area yang terasa nyeri.

BACA JUGA :

Si Cantik Raisa Dikabarkan Telah Melahirkan Bayi Lucu, Ini Fotonya

 

 

VIRAL! Seorang Ibu Melahirkan Dalam Mobil di Tengah Kemacetan Jalan Padalarang, Netizen Salahkan Pemkab KBB

 

 

Pastikan tempat Anda berbaring cukup nyaman dan empuk. Agar tubuh lebih rileks, hiruplah wewangian yang Anda sukai sambil menantikan kontraksi.

Bila perlu, mintalah pasangan menemani Anda agar Anda merasa lebih tenang selama persalinan.

2. Banyak bergerak dan mengubah posisi tubuh

Ilustrasi (foto:net)

Selain mengurangi nyeri saat kontraksi, banyak bergerak dan mengubah posisi tubuh juga turut membantu menyesuaikan posisi janin dalam kandungan.

Setiap gerakan yang Anda lakukan dapat mendorong kepala janin menuju jalur lahir sehingga proses kelahiran menjadi lebih mudah.

Anda bisa mencoba berjalan kaki, berjongkok, duduk di tepi tempat tidur, atau bertumpu pada kedua tangan dan kaki.

Anda juga dapat bergerak-gerak di atas birthing ball, yakni bola berukuran besar yang biasa digunakan sebagai alat bantu senam.

3. Menyentuh atau memijat area tubuh tertentu

Ilustrasi (foto:net)

Cara ini memang sederhana, tapi cukup efektif untuk meredakan nyeri saat kontraksi.

Cobalah meminta pasangan memijat tangan, kaki, pelipis, atau bagian tubuh lain yang Anda kehendaki untuk mengalihkan nyeri dan membuat Anda merasa lebih rileks.

BACA JUGA :

Bolehkan Ibu Hamil Makan Durian? Ini Jawabannya

 

 

Jika pijatan malah menimbulkan rasa tidak nyaman, Anda dapat mencoba sentuhan yang lebih lembut.

Mintalah pasangan menggenggam tangan Anda, membelai pipi dan rambut Anda, atau melakukan sentuhan lainnya yang bisa mengurangi nyeri saat kontraksi.

4. Minum obat

Ilustrasi minum obat (foto:net)

Konsumsi obat-obatan dapat diandalkan untuk mengatasi nyeri kontraksi dalam waktu cepat.

Namun, pastikan Anda sudah berbicara dengan dokter mengenai konsumsi obat selama persalinan untuk mengetahui keuntungan dan risikonya.

Melansir laman Kids Health, beberapa jenis obat yang dapat digunakan antara lain:

– Analgesik
Analgesik bekerja dengan menghalangi pengiriman sinyal nyeri pada sistem saraf.

– Anestesi (bius) lokal
Obat bius lokal meredakan nyeri pada area tubuh yang memerlukannya. Contoh bius lokal yang sering digunakan adalah epidural.

Obat ini bekerja dengan mengurangi nyeri pada tubuh bagian bawah saat kontraksi.

– Tranquilizers
Meski tidak meredakan nyeri, obat ini bisa membuat Anda lebih tenang dan rileks selama persalinan.

Rasa nyeri adalah bagian yang lazim dari proses persalinan. Akan tetapi, rasa nyeri yang begitu intens juga dapat menjadi kendala sehingga perlu segera ditangani.

Inilah hal yang perlu dipahami oleh semua ibu hamil menjelang persalinan atau melahirkan. Selagi masih ada waktu sebelum masa persalinan, Anda bisa mulai mempelajari berbagai cara mengurangi nyeri saat kontraksi.

Tidak lupa, konsultasikan pula dengan dokter kandungan untuk membuatnya menjadi lebih efektif.(*)

Editor : M Zezen Zainal M

sumber : hellosehat.com

Comment