by

Pekerjaan Proyek Drainase Bantuan BPBD KBB Senilai Ratusan Juta di Cililin Dinilai Asal-asalan

BandungKita.id, KBB – Pekerjaan saluran air di Perumahan Asabri yang beralamat di Kampung Cinangsi, Desa Karangtanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dikeluhkan warga. Pasalnya warga menduga pekerjaan pembangunan saluran air atau drainase yang dikerjakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB terkesan dikerjakan asal-asalan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun BandungKita.id, BPBD KBB menggelontorkan dana APBD ratusan juta rupiah untuk pekerjaan pembangunan saluran air tersebut. Sayangnya menurut warga, pekerjaan proyek drainase tersebut asal-asalan dan tanpa pengawasan.

Pantauan BandungKita.id di lapangan menemukan beberapa kelalaian yang dilakukan kontraktor pelaksana proyek pembangunan saluran air di Komplek Asabri tersebut, diantaranya tidak memasang papan informasi proyek, tumpukan tanah berserakan dimana-dimana, salah satunya teronggok di lapangan, saluran mentok di rumah salah seorang warga, sementara saluran dari sumber banjir sudah terpasang, pemasangan U-Ditch yang tidak terlebih dahulu memakai alas kerja sehingga hasilnya tampak amburadul.

“Dalam musyawarah sebelum pekerjaan dimulai, saya dengar biayanya sekitar enam ratus lima puluh jutaan kang,” ungkap seorang warga Perum Asabri, yang namanya minta tidak disebutkan, kepada Bandungkita.id, saat ditemui di lokasi, Kamis (26/12/2019).

Saluran mentok di rumah salah seorang warga Perumahan Asabri Kp. Cinangsi Desa Karangtanjung Kecamtan Cililin – KBB (Dadang Gondrong/BandungKita.id)

 

Warga juga tidak mengetahui perusahaan atau pihak yang mengerjakan proyek saluran air tersebut. Akibatnya, warga setempat kesulitan melakukan komplain akibat pekerjaan proyek yang amburadul.

“Tidak tahu perusahaan mana yang mengerjakan, dalam musyawarah tidak disebutkan. Yang kami tahu nama pengusahanya Toto, itu saja,” sambung warga tadi, saat ditanya perusahaan mana yang mengerjakan proyek tersebut.

Melihat pekerjaan yang acak-acakan seperti ini, warga lainnya menyebut pemborong tidak memahami teknis pekerjaan sehingga kulitas pekerjaan saluran itu pun diragukan.

“Ditempat lain kami melihat saluran air dengan menggunakan U-Ditch, selokan jadi rapi dan enak dipandang, tidak parah seperti ini,” ujar warga lainnya sambil menunjukkan U-Ditch yang pemasangannya jigjag dan tidak rapi.

BACA JUGA :

EKSKLUSIF : Wawancara Khusus BandungKita.id dengan Wakil Bupati KBB Hengky Kurniawan Soal Alasan Pindah Partai dan Kursi Bupati KBB

 

 

Kadinkes KBB Bagikan Tips Sehat Cegah Penyakit di Musim Penghujan, Gampang Dipraktekkan Lho

 

 

Ironis! KBB Sedang Dikepung Bencana, Para Pejabat BPBD KBB Malah Pelesiran ke Singapura

 

 

Tak hanya itu, warga Perum Asabri pun menduga pemborong proyek tersebut mengerjakan proyek tersebut tidak sesuai spek dan tanpa adanya pengawasan sehingga pekerjaan proyek malah merusak fasilitas umum yang sudah ada.

“Kelihatannya pemborong tidak memahami teknis pekerjaan dan pengawasan tidak ada. BPBD dan konsultan tidak menjalankan fungsinya,” kata warga tersebut.

“Kami minta pengusaha memperbaiki kerusakan fasilitas umum imbas dari pengerjaan saluran ini sebelum meninggalkan lokasi,” pinta warga tadi, dengan nada sedikit meninggi.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD KBB, Dadan mengatakan pekerjaan proyek perbaikan saluran air itu masih berlangsung. “Belum beres Pak,” ujar Dadan saat dihubungi BandungKita.id melalui pesan WhatsApp.

Senada dengan Kasi, Kepala Pelaksana BPBD KBB, Duddy Prabowo, menyebutkan bahwa pekerjaan perbaikan saluran air di Perum Asabri Cililin itu masih berlangsung. Duddy tidak menjawab saat ditanya soal pengawasan yang dilakukan BPBD KBB.

“Hatur nuhun masukannya kang, masih on proses,” terang Duddy, melalui pesan WhatsApp.

Di lain pihak pengusaha yang dipercaya mengerjakan saluran tersebut, tidak mau menanggapi keluhan warga penghuni Perum Asabri. BandungKita.id pun berupaya mengkonfirmasi Toto, pengusaha asal Sukabumi yang mengerjakan proyek tersebut. Namun Toto tidak mau memberikan komentar. (Dadang Gondrong/BandungKita.id)

Editor : M Zezen Zainal M

Comment