by

Pemkot Cimahi Genjot Penerima JKN-KIS Diikuti Vitamin A untuk Posyandu

BandungKita.id, CIMAHI – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi terus berupaya menambah cakupan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan seluruh warganya.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2014 tentang pedoman pelaksanaan program JKN yang menyebutkan bahwa dalam program JKN masyarakat miskin menjadi tanggungjawab Pemerintah atau dengan kata lain menjadi beban Pemerintah.

Oleh sebab itu, dalam rangka melaksanakan program JKN dengan tujuan mencapai universal health coverage (UHC) yang mengharuskan semua penduduk memiliki jaminan kesehatan.

Pemkot Cimahi melaksanakan penyerahan Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi masyarakat miskin yang diikuti dengan pemberian vitamin A untuk Posyandu yang berada di Kelurahan Cibabat dan Kelurahan Pasirkaliki, pada Selasa (21/07/2020).

Pada kegiatan di puskesmas Cimahi Utara dan Pasirkaliki tersebut, Walikota Cimahi Ajay M. Priatna menyerahkan KIS secara simbolis bagi masyarakat miskin Penerima Bantuan Iuran (PBI) Daerah didampingi oleh para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Cimahi.

BACA JUGA :

99 Anggota TNI Pusdikpom Kota Cimahi Positif Corona, Ajay: Saya Khawatir Masyarakat Tertular

Masih Ada 11 Kasus Positif Covid-19, Dinkes Kota Cimahi Minta Warga Waspada

Idul Adha di Tengah Pandemi, Pemkot Cimahi Terbitkan Surat Edaran Pemotongan Hewan Kurban

Dalam sambutan dan arahannya, Ajay mengatakan bahwa pada tahun 2020 ini Pemkot Cimahi melakukan penambahan kuota peserta PBI program JKN bagi warga miskin Kota Cimahi sebanyak 17.217 orang sehingga total peserta PBI yang dibiayai oleh APBD Kota Cimahi secara keseluruhan sebanyak 38.737 orang.

Jumlah ini sekaligus melengkapi PBI Kota Cimahi lainnya yang telah dibiayai oleh pemerintah pusat melalui APBN sebanyak 116.523 orang. Adapun jumlah total kepesertaan JKN di Kota Cimahi saat ini telah mencapai 510.661 orang.

“Tujuannya untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat miskin Kota Cimahi melalui JKN, dengan harapan dapat mencapai cita-cita besar yaitu seluruh warga ter-cover JKN”, ujar Ajay.

Lebih lanjut, Ajay mengatakan bahwa setelah Kelurahan Cibabat dan Kelurahan Pasirkaliki, kegiatan akan dilanjutkan secara berturut-turut di seluruh kelurahan yang ada di Kota Cimahi hingga 28 Juli 2020.

Sejalan dengan itu, Ajay menginstruksikan kepada seluruh OPD terkait, termasuk para camat, para lurah, dan para kepala puskesmas untuk berkoordinasi terkait program KIS untuk masyarakat miskin. “Warga yang masuk kategori miskin ini harus didata secara riil dan datanya terus di-update sehingga kedepan akan memunculkan data valid orang miskin yang ada di Kota Cimahi. Ini bagian dari upaya untuk membantu meringankan permasalahan kesehatan di kalangan masyarakat miskin”, jelas Ajay.

Terakhir, berkenaan dengan penyerahan bantuan Vitamin A bagi Posyandu, Ajay mengakui bahwa dalam beberapa bulan terakhir, kegiatan posyandu ataupun posbindu tidak dilaksanakan karena ada pembatasan kegiatan pengumpulan massa untuk menghindari kontak dalam rangka mencegah penyebaran covid-19.

Akibatnya, kegiatan pelayanan kesehatan dan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita di Kota Cimahi jadi tertunda. Namun demikian, meskipun tengah berfokus kepada upaya-upaya untuk menekan penyebaran dan pencegahan pandemic Covid-19, Pemkot Cimahi tetap menjalankan program-program kesehatan lainnya, diantaranya adalah pemberian vitamin A bagi balita yang biasanya dilakukan secara rutin pada bulan Februari dan Agustus setiap tahunnya.

“Vitamin A ini kan penting bagi manusia, tapi sayangnya zat ini tidak dapat dibuat [sendiri] oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi dari luar. Jadi pemberian tablet vitamin A ini pada dasarnya bentuk pencegahan, untuk mengatasi masalah gangguan kesehatan akibat kekurangan vitamin A”, pungkas Ajay.

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Sumber : Humas Pemkot Cimahi

Comment