by

Terlambat Dibawa ke RS Karena Sulit Pinjam Ambulans, Seorang Warga Desa Puncaksari KBB Meninggal Dunia

BandungKita.id, SINDANGKERTA – Seorang warga di Desa Puncaksari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB) meninggal dunia ketika dibawa ke Rumah Sakit (RS).

Nyawanya tak tertolong gara-gara sulit mendapatkan fasilitas ambulans dari pemerintah desa setempat. Sebelumnya, ada dua orang warga lainnya yang mengalami kejadian serupa, namun berhasil diselamatkan karena kondisinya tidak terlalu parah.

Muncul kekesalan warga lantaran kesulitan meminjam ambulans ketika ada warga yang sakit dan harus dibawa ke RS. Pasalnya, Desa Puncaksari telah mendapatkan bantuan satu unit mobil ambulance dari Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) pada Rabu (2/9/2020) lalu.

Fasilitas yang diberikan lewat Bupati KBB Aa Umbara itu adalah untuk menanggulangi kegawatdaruratan, seperti mengantar warga yang sakit ke rumah sakit terdekat. Namun pemerintah desa setempat sulit sekali memberikan pinjaman mobil ambulans kepada warganya yang mengalami kondisi darurat.

Informasi ini diperoleh BandungKita.id dari sumber terpercaya. “Ketika masyarakat membutuhkan, katanya kunci Ambulansnya enggak ada dan kejadian serupa sudah terulang sampai tiga kali,” kata narasumber yang tidak mau disebutkan namanya kepada BandungKita.id via telepon, Jum’at (16/10/2020).

BACA JUGA :

Relawan Covid-19 Kota Bandung : Dari Pembagian Disinfektan dan Hand Sanitizer Gratis, Fasilitas Ambulans hingga Mengedukasi Masyarakat

VIRAL! Seorang Ibu Melahirkan Dalam Mobil di Tengah Kemacetan Jalan Padalarang, Netizen Salahkan Pemkab KBB

Kisah Supriyadi, Bopong Jenazah Keponakannya Usai Ditolak Pakai Ambulans Puskesmas Cikokol

“Puncaknya kemarin, ada seorang warga yang meninggal karena pihak keluarga terlalu lama mencari mobil Ambulans dan ternyata kuncinya ada di Pak Kades,” tambahnya kemudian.

Hal ini dibenarkan oleh pejabat RW setempat. “Warga Desa Puncaksari sudah tiga kali berusaha meminjam mobil Ambulans, akan tetapi pihak Desa belum bisa melayani. Alasannya kunci mobil saling lempar dan tidak pasti keberadaannya. Bahkan terakhir, katanya ada di Kades,” jelas Ketua RW yang juga tak ingin diketahui identitasnya itu.

Padahal sebelumnya, Kepala Desa Puncaksari Abdurosyid telah berjanji akan menggunakan fasilitas kendaraan Ambulans demi kepentingan warganya yang sedang sakit.

“Mobil Ambulans perlu untuk bawa warga sakit ke RSUD Cililin sebagai rumah sakit rujukan terdekat, terutama karena banyak warga kami yang ekonominya kurang mampu dan terimbas COVID-19,” terangnya.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut dan keterangan resmi dari pihak Pemerintahan Desa Puncaksari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat KBB. (Azmy Yanuar Muttaqien/BandungKita.id).

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment