by

Stand Up Comedy Show “My Name is Zamzam” Berlangsung Meriah, Begini Tanggapan Para Penonton⁣

BandungKita.id, KOMUNITAS – Meski di tengah pandemi, Stand Up Comedy Show bertajuk “My Name is Zamzam” yang berlangsung di Cafe Kopi Darat, Jl. Jend. Sudirman No.63 Ciamis, Selasa 3 November 2020 itu ⁣tetap berlangsung sukses. Total ada 70 penonton yang hadir pada pukul 19.30 WIB malam itu, tentunya dengan tetap menjaga protokol kesehatan.⁣

Diusung oleh Komunitas Stand Up Indo Ciamis, “My Name is Zamzam” telah berhasil mengocok perut para pecinta komedi dan ditutup dengan tepuk tangan meriah. Acara yang didukung oleh Stand Up Indo, Cafe Kopidarat, Asgar Barbershop dan Rakab Merch ini dipandu oleh duo MC Aldy dan Dimas, lalu dibuka dengan penampilan dari Diki Ikoh, Aris Putra, dan Azmy Rancu. Selanjutnya adalah persembahan yang utama, yaitu komika Zamzam Al-Ghifari.⁣

Sebagai Jebolan Jakarta International Comedy Festival (JICOMFEST), Zamzam menjelaskan tujuannya membuat Stand Up Comedy Spesial ini. Selain untuk menyajikan hiburan, ⁣ia mengaku ingin menunjukan eksistensi diri serta memperkenalkan Stand Up Indo Ciamis kepada masyarakat luas. ⁣

“Selain menghibur orang-orang yang datang, Tujuan My Name Zamzam bagi saya pribadi adalah untuk menyampaikan opini yang tidak bisa disampaikan dalam kehidupan sehari-⁣hari. Harapannya penonton bisa terhibur dan tau siapa saya yang sebenarnya, itu menjadi kepuasan tersendiri,” ungkapnya kepada BandungKita.id, Selasa (03/11/2020). ⁣

BACA JUGA :

Mengenal Komunitas Stand Up Indo Cimahi Wadahnya Komika Cimahi dan KBB Unjuk Gigi

Dekati Kaum Milenial, Golkar Jabar Gelar Acara Unik Ini

Komedian Sule Akan Menikah Lagi, Calon Istrinya Pramugari

“Saya juga ingin membalas jasa komunitas Stand Up Indo Ciamis, tanpa mereka saya tidak bisa menjadi seperti ini. My Name is Zamzam kembali menyadarkan ⁣publik di Ciamis bahwa komunitas kami masih produktif dan terus berkarya,” tambah Zamzam yang juga merupakan pengajar di Pondok Pesantren Darussalam itu.⁣

Hal ini dibenarkan oleh ketua panitia pelaksana Stand Up Comedy Show My Name is Zamzam, Wildan Firdaus. Wildan menilai Zamzam nampak sudah sangat tidak sabar dan ingin sekali ⁣membuat show. Pasalnya, terakhir kali Stand Up Indo Ciamis membuat event serupa adalah pada tahun 2018 lalu, maka, kata dia My Name is Zamzam adalah momentum yang pas ⁣untuk membangkitkan kembali marwah komunitas.⁣

“Awalnya saya sempat ragu tiket shownya akan laku, tapi alhamdulillah baru saja 2 hari dipromosikan, tiketnya langsung sold out. Bahkan sampai hari H pun masih banyak ⁣yang pesan. ⁣Rasanya senang sekali mellihat penampilan Zamzam yang sukses membuat penonton terbahak-bahak, saya tidak menyangka antusias penonton di Camis bakal seramai ⁣ini,” ujar Wildan sambil berkaca-kaca.⁣

“Terbayar sudah rasa kangen melihat tawa penonton ketika Stand Up Ciamis perform. ⁣Pokonya show My Name is Zamzam ini menjadi awal yang baru bagi kami untuk lebih ⁣semangat dan konsisten lagi kedepannya dalam berkomedi,” imbuhnya kemudian.⁣

Sementara itu, Ridwan Hasyimi (30) salah satu penonton yang menyaksikan My Name is Zamzam memberikan pendapatnya. Sebagai seorang pegiat Teater, Ridwan menilai ⁣pertunjukan yang disajikan Zamzam sangat memenuhi ekspektasinya. Pasalnya, ia telah mengikuti perkembangan Zamzam sejak pertamakali terjun ke dunia Stand Up Comedy.⁣

“Tidak seperti beberapa tahun lalu, menurut saya penampilan Zamzam yang sekarang sangat asyik dan matang. Ia bisa menguasai panggung, penonton, dan materi Stand Up Comedy-nya ⁣secara baik. Sepertinya Zamzam telah menggali lebih dalam lagi dan berhasil menertawakan tragedi dalam hidupnya sendiri, seperti yang selalu Zamzam sebut bahwa komedi ⁣baginya adalah terapi,” papar Ridwan dengan pengamatannya yang serius. ⁣

Senada dengan Ridwan, Mira Nurmayanti (24) yang menonton My Name is Zamzam bersama kawan-kawannya mengaku sangat terhibur dengan lelucon-lelucon yang disajikan ⁣Zamzam. Sebab, ia menilai beberapa humor yang dibawakan sangatlah ringan dan relate dengan kesehariannya, terutama sebagai perempuan.⁣

“Saya dan teman-teman tertawa terpingkal-pingkal. Isu-isu yang dibahas juga kayanya sangat dekat dengan keseharian, seperti pemuda lembur (kampung), kehidupan santri ⁣di pesantren, dan makan seblak yang merupakan kesukaan perempuan. Jokesnya gak kepikiran dan gokil, pokoknya keren!,” jelasnya antusias. (Azmy Yanuar Muttaqien/BandungKita.id).⁣

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment