by

Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar Dicopot, Presiden Jokowi Angkat Bicara

BandungKita.id, NASIONAL – Kepala Polri (Kapolri) Jenderal Idham Azis mencopot Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana dan Inspektur Jenderal Rudy Sufahradi Novianto sebagai Kapolda Jawa Barat.

Pencopotan Nana Sudjana diduga merupakan buntut acara yang digelar oleh pemimpin Front Pembela Islam Rizieq Shihab. Begitu juga Rudy Sufahradi Novianto yang dinilai tak menegakkan protokol kesehatan Covid-19 di Jawa Barat.

Hal ini disampaikan Kepala Divisi (Kadiv) Hubungan Masyarakat (Humas) Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan, Nana dan Heru dicopot lantaran tidak melaksanakan perintah terkait pengamanan protokol kesehatan.

“Ada dua Kapolda yang tidak melaksanakan perintah dalam menegakkan protokol kesehatan, maka diberikan sanksi berupa pencopotan yaitu Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat,” ujar Argo dikutip dari Tempo.co, Senin (16/11/2020).

BACA JUGA :

Wow! Wagub Jabar Ajak Habib Rizieq Masuk PPP Demi Dongkrak Suara di Pemilu 2024

Polda Jabar Telusuri Dugaan Korupsi Dana Hibah dan Bansos Bupati KBB Aa Umbara Senilai Ratusan Miliar?

Polda Jabar Didesak Ungkap Aktor Intelektual Kasus Pungli TKK “Siluman” Pemkab Bandung Barat

Posisi Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya akan diisi oleh Inspektur Jenderal Fadil Imran. Sedangkan posisi Rudy bakal digantikan Inspektur Jenderal Ahmad Dofiri. Nana Sudjana menjadi Kapolda Metro Jaya pada akhir Desember 2019. Sebelumnya, ia merupakan Kepala Kepolisian Daerah NTB.

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa ketegasan aparat dalam mendisiplinkan masyarakat terkait protokol kesehatan Covid-19 merupakan hal yang wajib.

Hal itu disampaikan sang Presiden dalam keterangan unggahan Instagramnya @jokowi pada Senin, 16 November 2020 malam ini.

“Ketegasan aparat dalam mendisiplinkan masyarakat untuk patuh kepada protokol kesehatan adalah suatu keharusan,” tulisnya sebagaimana dikutip BandungKita.id.

Jokowi menyebut ketegasan aparat sangat diperlukan, mengingat angka-angka kasus aktif dan kesembuhan Covid-19 di Indonesia mulai menunjukkan perbaikan, bahkan lebih baik dari rata-rata dunia.

“Angka-angka yang bagus ini jangan sampai rusak gara-gara kita kehilangan fokus kendali karena tidak berani mengambil tindakan hukum yang tegas di lapangan,” tambahnya.

Lebih lanjut Jokowi mengingatkan bagaimana perjuangan para tenaga kesehatan dalam merawat pasien Covid-19.

“Saya ingin mengingatkan perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan para dokter, perawat, tenaga medis, dan paramedis yang dengan sukarela selama berminggu bahkan berbulan-bulan mencurahkan tenaga untuk merawat pasien Covid-19 dan tidak dapat bertemu dengan keluarga mereka,” lanjut Jokowi.

“Jangan sampai apa yang telah dikerjakan oleh para dokter, perawat, tenaga medis, paramedis menjadi sia-sia karena pemerintah tidak bertindak tegas untuk kegiatan yang bertentangan dengan protokol kesehatan dan peraturan-peraturan yang ada,” tandas Jokowi. (*)

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment